- Wakil Ketua DPRD Kota Padang sekaligus Ketua Askot PSSI Padang, Mastilizal Aye, menggelar reses di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti untuk menyerap langsung aspirasi terkait penguatan pembinaan sepak bola usia dini.
- Aspirasi utama insan sepak bola daerah mencakup penyediaan fasilitas lapangan yang layak, penataran dan sertifikasi lisensi bagi pelatih lokal, serta jaminan penyelenggaraan turnamen berkala.
- Mastilizal Aye menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai aspirasi tersebut ke dalam kebijakan dan penganggaran daerah guna melahirkan talenta sepak bola yang berdaya saing.
PADANG,NUSATIME.ID — Ada yang berbeda dari pelaksanaan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye. Berada di “rumahnya” sendiri sebagai Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Padang, Aye memilih turun langsung ke rumput hijau untuk menjemput aspirasi masyarakat dan pelaku sepak bola.
Kegiatan bertajuk reses tersebut berlangsung hangat di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang, Minggu (6/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, fokus utama pembahasan tertuju pada penguatan grassroots atau pembinaan sepak bola usia dini di Kota Padang.
“Sepak bola tidak bisa dibangun secara instan. Jika kita ingin melihat Semen Padang FC atau Timnas Indonesia diisi oleh talenta lokal yang tangguh, maka building blocks-nya harus dimulai dari fondasi paling bawah, yaitu pembinaan usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan,” tegas Mastilizal Aye di hadapan para pelatih, pengurus SSB (Sekolah Sepak Bola), dan tokoh masyarakat setempat.
Beberapa poin penting yang menjadi catatan aspirasi insan sepak bola Kota Padang meliputi, kebutuhan sarana lapangan yang layak dan aman bagi anak-anak usia grassroots (U-10 hingga U-15). Pentingnya penataran serta sertifikasi lisensi bagi pelatih lokal agar kurikulum pelatihan sesuai dengan perkembangan sepak bola.
Garansi bergulirnya turnamen berkala sebagai wadah jam terbang dan pengasahan mental bertanding para pemain muda.

Sebagai pimpinan dewan sekaligus nahkoda PSSI Padang, Aye berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini hingga ke tataran kebijakan anggaran daerah. Menurutnya, investasi pada olahraga usia dini bukan sekadar melahirkan atlet berprestasi, melainkan juga membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.
“Aspirasi ini bukan sekadar catatan di kertas. Kita akan tackle tantangan pembinaan ini bersama-sama. DPRD Kota Padang dan PSSI Padang siap bersinergi mengawal regulasi serta penganggaran demi melahirkan wonderkid asal Padang yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tutupnya. (sal)



Tinggalkan Balasan