PARIK MALINTANG, NUSATIME.ID — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mendorong transformasi mendasar dalam sistem pembelajaran tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini ditandai dengan pelatihan School Quality Improvement (SQI) 2026 yang membekali 200 guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) se-Kabupaten Padang Pariaman dengan metode belajar berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).

Pelatihan intensif dua hari yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Hall IKK Parik Malintang (17–18/10/2026) ini menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak lagi sebatas pembangunan infrastruktur fisik, melainkan perbaikan mendasar pada kompetensi tenaga pendidik dan ekosistem belajar.

Bupati Padang Pariaman menegaskan pentingnya akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak, tanpa terkecuali sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Jangan sampai kualitas pendidikan seorang anak ditentukan semata-mata oleh tempat ia dilahirkan atau lokasi sekolah tempat ia belajar. Kita ingin setiap anak di Kabupaten Padang Pariaman memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati dalam arahannya.

Ia menambahkan, pergeseran zaman menuntut guru untuk mengubah gaya mengajar dari sekadar menyampaikan materi (transfer of knowledge) menjadi fasilitator pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Kendati penggunaan teknologi terus didorong, peran figuratif guru sebagai pembimbing karakter dan penginspirasi tidak boleh tergeser.

Guna menghadirkan perspektif global, agenda SQI 2026 menghadirkan lintas pakar pendidikan nasional dan internasional. Guru-guru peserta berdialog langsung dan mengikuti sesi interaktif bersama, Prof. Elfindri (Tokoh Pendidikan Sumbar 2024 / Universitas Andalas) yang mengulas percepatan mutu pendidikan daerah.

Kimble Nichols (Pakar pedagogi Australia) mengenai formulasi sekolah berkualitas. Sabrina Amira (Pakar perkembangan anak bersertifikat Harvard) yang hadir secara virtual untuk memaparkan perkembangan motorik dan perilaku anak.

M. Ihsan, MBA (ITB) yang membahas integrasi teknologi ramah anak. Dr. Dessy Aliandrina(Spesialis Senior UNESCO) yang membagikan pandangan terkait praktik sosiopreneurship dan inovasi pembelajaran secara virtual dari Beijing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman menjelaskan bahwa SQI dirancang sebagai program aksi cepat (quick win) untuk mengatasi ketimpangan kualitas proses belajar mengajar. Selama dua hari, para guru tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat dalam simulasi kelas interaktif, eksperimen STEM, diskusi kelompok, hingga penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang wajib diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui program ini, Pemkab Padang Pariaman menargetkan lahirnya budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik di seluruh wilayah Padang Pariaman. (**)