PADANG, NUSATIME.ID — Ketegangan menyelimuti hubungan antara manajemen PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) dan kelompok suporter fanatik Spartacks. Menyusul sanksi penutupan tribun yang dijatuhkan pihak klub, Spartacks secara resmi menyatakan sikap perlawanan terbuka melalui unggahan beruntun di akun Instagram resmi ⁠@spartacks.jakarta⁠. 

Konflik ini bermula ketika Manajemen Semen Padang FC menerbitkan Surat Nomor 489/KRE/KSSP/10.2026 tertanggal 21 Oktober 2026 mengenai penutupan tribun Spartacks hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai sanksi buntut dari aksi protes suporter pasca-pertandingan Semen Padang FC melawan PSMS Medan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 17 Oktober 2026. Bersamaan dengan itu, manajemen juga menerbitkan Surat Nomor 490/KRE/KSSP/10.2026 terkait undangan dialog dengan suporter. 

Menanggapi sanksi sepihak tersebut, Spartacks melayangkan surat tanggapan bernomor 001/SPJKT/10.2026. Melalui pernyataan resminya, kelompok suporter menuntut transparansi penuh dari pihak manajemen klub.

“Kami meminta manajemen menjelaskan pasal regulasi yang menjadi dasar penutupan tribun, bukti pelanggaran yang dimaksud, serta alasan dan mekanisme evaluasi sanksi tersebut. Regulasi yang digunakan juga harus dipastikan berlaku untuk musim kompetisi 2026/2027,” tegas perwakilan Spartacks dalam rilis resminya.

Tak hanya meminta kejelasan aturan, Spartacks memberikan batas waktu tegas kepada manajemen Semen Padang FC untuk merespons keberatan tersebut. Mereka menegaskan bahwa jika hingga 30 Oktober 2026 tidak ada kejelasan tertulis dari klub, Spartacks tetap akan hadir di Stadion Patriot dan menggelar aksi damai di luar stadion sebagai bentuk kecintaan kepada tim Kabau Sirah. 

Kendati demikian, Spartacks memastikan kehadiran mereka bukan untuk mencari keributan.

“Kehadiran tersebut bukan untuk mencari keributan atau memperpanjang konflik, melainkan untuk menegaskan bahwa dukungan kami kepada Kabau Sirah tetap berjalan. Kami akan menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab,” tulis akun ⁠@spartacks.jakarta⁠.

Di tengah panasnya situasi ini, Spartacks menyatakan tetap membuka ruang dialog resmi untuk mencari penyelesaian yang adil. Namun, mereka menekankan agar dialog harus berjalan secara transparan dan berbasis fakta.

“Dukungan kepada Semen Padang FC tidak berarti kehilangan hak untuk menyampaikan kritik. Kami berharap manajemen bersedia duduk bersama, mengklarifikasi perbedaan keterangan, dan mengevaluasi keputusan secara objektif sebelum persoalan ini semakin berlarut-larut,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan itu ditutup dengan prinsip loyalitas tinggi suporter militan ini, “SASAKA, True Love Never Ends.” Langkah mediasi dan duduk bersama kini menjadi kunci utama agar kisruh antara manajemen dan suporter ini tidak berdampak buruk pada mentalitas serta fokus skuad Kabau Sirah di sisa kompetisi. (**)