LUBUK SIKAPING, NUSATIME.ID — Ajang kompetisi olahraga pelajar Pasaman Futsal League di Gedung Olahraga (GOR) Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, diwarnai insiden keributan antarsuporter, Minggu (25/10) malam. Peristiwa ini mencoreng nilai sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam pembinaan atlet usia dini.
Kericuhan tersebut terjadi sesaat setelah pertandingan antara SMK Negeri 1 Duo Koto melawan SMA Negeri 1 Panti rampung. Laga yang berakhir dengan skor 8–2 untuk kemenangan SMKN 1 Duo Koto itu sejatinya berlangsung kompetitif di atas lapangan. Namun, euforia kemenangan dan tensi pertandingan berujung pada ketegangan serta aksi saling lempar dan gesek antarsuporter kedua sekolah di area tribun.
Menanggapi insiden tersebut, pihak manajemen akun resmi sekaligus penyelenggara Pasaman Futsal League langsung mengambil sikap tegas. Penyelenggara menerbitkan keputusan resmi berupa banned atau larangan hadir langsung di arena pertandingan bagi suporter SMAN 1 Panti dan SMKN 1 Duo Koto pada sisa kompetisi.
Dalam pernyataan resminya, penyelenggara menegaskan bahwa turnamen ini murni diselenggarakan sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan persahabatan antarpelajar sejak dini.
“Setiap kekalahan maupun kemenangan di lapangan seharusnya dapat diterima dengan kepala dingin dan lapang dada. Ajang ini adalah sarana edukasi positif bagi pelajar, bukan tempat untuk melampiaskan emosi dalam bentuk tindakan anarkis yang mencederai nilai luhur olahraga,” demikian penegasan pihak penyelenggara.

Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi menyeluruh bagi pihak sekolah, tim pelatih, serta koordinator suporter untuk memperketat pengawasan. Sportivitas sejati ditegaskan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemain yang berlaga di lapangan hijau, tetapi juga menjadi cerminan mentalitas para suporter yang hadir memberikan dukungan di tribun penonton. (**)



Tinggalkan Balasan