- Antrean panjang truk untuk mendapatkan biosolar masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Padang akibat peningkatan konsumsi dan pergeseran pengguna BBM nonsubsidi ke subsidi sejak Mei 2026.
- Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) biosolar hingga 20 persen di atas kondisi normal sejak awal Juli 2026 untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
- Guna mengurai kepadatan dan memperketat pengawasan, Pertamina berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar, menerapkan sistem marshaling, menambah operator SPBU, serta memblokir ribuan QR Code kendaraan yang melanggar ketentuan.
PADANG – Antrean kendaraan truk untuk mendapatkan biosolar masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), meski Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengaku telah meningkatkan penyaluran BBM subsidi hingga sekitar 20 persen.
Pantauan di lapangan pada Rabu (12/8/2026) menunjukkan antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan yang hendak mengisi biosolar bahkan mengular hingga ratusan meter.
Salah satunya terjadi di SPBU Taruko By Pass. Antrean kendaraan di lokasi tersebut mencapai sekitar 300 meter dan didominasi truk.
Jarak antartruk terlihat diatur pada sejumlah bagian. Pengaturan tersebut dilakukan agar tetap tersedia akses menuju gerai dan rumah makan di sekitar SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengakui kebutuhan BBM di Kota Padang mengalami peningkatan sejak Mei 2026.

“Peningkatan kebutuhan BBM di Kota Padang telah terpantau sejak Mei 2026,” ujar Fahrougi saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).
Menurut Fahrougi, peningkatan kebutuhan tersebut dipengaruhi bertambahnya konsumsi masyarakat. Selain itu, terdapat pergeseran sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi sesuai ketentuan.
“Selain meningkatnya konsumsi masyarakat, terdapat pergeseran sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi sesuai ketentuan,” katanya.
Penyaluran Biosolar Dinaikkan 20 Persen
Untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan tersebut, Pertamina meningkatkan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) di Kota Padang sejak awal Juli 2026.
Penyaluran JBT tersebut dinaikkan sekitar 20 persen dibandingkan kondisi normal.
“Penyaluran JBT di Kota Padang kami tingkatkan sekitar 20 persen dibandingkan kondisi normal,” jelasnya.
Namun, peningkatan penyaluran itu belum sepenuhnya membuat antrean kendaraan biosolar di sejumlah SPBU menghilang. Antrean panjang masih terlihat pada Rabu (12/8/2026), termasuk di SPBU Taruko By Pass.
Pertamina menyatakan terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan permintaan BBM subsidi.
Pertamina Koordinasi dengan Pemprov Sumbar
Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengantisipasi kepadatan antrean di SPBU.
Koordinasi tersebut dilakukan pada Selasa (11/8/2026), dengan salah satu pembahasannya mencari solusi terhadap peningkatan kebutuhan BBM dan kepadatan antrean, khususnya di Kota Padang.
“Kami melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan kepadatan di SPBU,” kata dia.
Untuk mempercepat pelayanan sekaligus mengurai antrean, Pertamina menerapkan sistem marshaling untuk mengatur kendaraan yang mengantre. Jumlah operator pelayanan BBM subsidi juga ditambah.
“Kami mengaktifkan sistem marshaling untuk mengatur antrean kendaraan dan menambah operator pelayanan BBM subsidi,” tuturnya.
Ribuan QR Code Kendaraan Diblokir
Di tengah meningkatnya kebutuhan BBM subsidi, Pertamina juga memperketat pengawasan terhadap transaksi di SPBU.
Sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Barat telah diberikan sanksi pembinaan. Selain itu, Pertamina melakukan pemblokiran terhadap ribuan QR Code kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan sepanjang Januari hingga Juli 2026.
“Kami memberikan sanksi pembinaan kepada sejumlah SPBU dan melakukan pemblokiran terhadap QR Code yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap stok dan penyaluran BBM. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, BPH Migas, Hiswana Migas, serta aparat terkait juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal.
Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Pertamina menyatakan stok dan penyaluran BBM di Kota Padang serta wilayah Sumatera Barat dalam kondisi aman. (fix)



Tinggalkan Balasan