PADANG, NUSATIME.ID— Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2, Semen Padang FC secara mendadak menggelar laga uji coba melawan klub raksasa Liga 1, Persija Jakarta. Keberadaan laga tersebut awalnya terkonfirmasi lewat unggahan akun Instagram resmi klub, ⁠@semenpadang.id⁠, bertajuk “Latih Tanding Bersama Persija Jakarta”.

Namun, hingga pukul 20.00 WIB, hasil akhir pertandingan seolah “ditelan bumi”. Tidak ada unggahan balasan maupun pembaruan papan skor seperti yang biasa dilakukan manajemen media sosial Kabau Sirah. Keheningan ini terbilang janggal, sebab pada laga-laga uji coba sebelumnya, akun resmi klub selalu sigap mengumumkan hasil pertandingan tak lama setelah peluit panjang dibunyikan.

Sikap bungkam akun resmi ini tak pelak mendongkrak rasa penasaran pendukung. Tanpa rilis resmi mengenai skor akhir, kolom komentar unggahan langsung diserbu netizen yang saling melempar spekulasi dan rumor.

Akun ⁠@rafimedia991⁠ membuka ruang diskusi dengan bertanya, “Berapa skor akhirnya?”, yang kemudian langsung ditanggapi oleh akun ⁠@aladin.ari⁠ dengan yakin, “3-0 Persija menang.”

Rasa penasaran serupa dilemparkan oleh akun ⁠@the_jakmaniaaa1928⁠, “Siapa yang menang?” Pengguna akun ⁠@danieka01_⁠ sempat meresponsnya dengan nada bercanda, “Persija 5-1.” Merasa terkecoh, ⁠@the_jakmaniaaa1928⁠ kembali membalas setelah membaca tanggapan lain, “3-0 bang, bukan 5-1. Kacau elu kasih info.”

Tak hanya perihal hasil akhir, format laga yang terkesan serba rahasia ini turut menuai kritik. Akun ⁠@divo_fitra_02⁠ menyayangkan minimnya keterbukaan informasi sejak awal. “Kok tiba-tiba tandingnya, nggak kasih kabar di story-nya,” tulisnya.

Komentar tersebut ditanggapi akun ⁠@burrai_cirebon⁠ dengan sentilan bernada sindiran, “Sdre Rosiade bisa atur semua, kecuali…”, sementara akun ⁠@si_faisal07⁠ mencoba memberikan penjelasan logis, “Pertandingan tertutup.”

Pilihan manajemen media sosial Semen Padang FC untuk memutus alur informasi seusai laga justru menyisakan ruang spekulasi yang kian liar. Faktor kekalahan dari tim sekelas Persija atau upaya menjaga kerahasiaan taktik bisa saja menjadi alasan teknis di balik tertutupnya laga ini. Namun di era transparansi digital, absennya pembaruan resmi dari klub tetap meninggalkan tanda tanya besar serta kekecewaan di kalangan suporter. (sal)