- Hujan berintensitas tinggi memicu banjir bandang akibat luapan sungai yang merendam empat kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/7) sore.
- Sebanyak 145 warga Kelurahan Sipangen mengungsi ke Gedung Gereja HKBP Sipange karena genangan air sempat mencapai setinggi pinggang orang dewasa sebelum akhirnya berangsur surut.
- BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi untuk mendata kerugian material, sementara BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan berintensitas ringan.
Padang–Banjir bandang menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, setelah hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai pada Sabtu, 18 Juli, sore. Banjir yang sempat mencapai setinggi pinggang orang dewasa mulai berangsur surut hari ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 15.52 WIB akibat air sungai meluap hingga menggenangi permukiman warga.
Wilayah yang terdampak meliputi tujuh kelurahan di empat kecamatan, yakni Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik. Saat banjir terjadi, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan langsung mengevakuasi warga dari kawasan terdampak.
“Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipangen mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange sejak semalam. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu, 19 Juli.
Hingga kini, personel BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pendataan kerugian akibat banjir sekaligus memantau kondisi warga terdampak.

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meski saat ini memasuki musim kemarau.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatra Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan. (**)



Tinggalkan Balasan