Rangkuman Utama
  • Hujan lebat memicu banjir di sedikitnya 15 titik Kota Padang dan memaksa sekitar 150 warga Kelurahan Lapau Munggu mengungsi.
  • Irman Gusman Center berkolaborasi dengan MDMC Sumatera Barat bergerak cepat mendistribusikan bantuan logistik darurat ke lokasi pengungsian.
  • Penyaluran kebutuhan dasar berupa makanan siap saji hingga perlengkapan medis didampingi asesmen cepat dan koordinasi bersama BPBD untuk penanganan lanjutan.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG – Hujan belum sepenuhnya reda. Genangan air masih menutup sejumlah ruas jalan di Kota Padang ketika laporan banjir yang memaksa ratusan warga mengungsi diterima Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Irman Gusman langsung menginstruksikan tim Irman Gusman Center untuk bergerak bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat menuju lokasi terdampak banjir.

Tak berselang lama, para relawan telah menembus genangan air untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Banjir akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8) merendam sedikitnya 15 titik dan memicu proses evakuasi di sejumlah kawasan.

Sekitar pukul 23.30 WIB, sebanyak tujuh relawan Irman Gusman Center bersama MDMC Sumatera Barat bergerak menuju Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji. Di tengah kondisi jalan yang masih tergenang, mereka memastikan bantuan dapat segera diterima oleh warga yang mengungsi.

Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, sekitar 150 warga di Kelurahan Lapau Munggu terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah banjir merendam kawasan permukiman.

Pada tahap awal, Irman Gusman Center bersama MDMC Sumatera Barat menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, air mineral, popok bayi dan anak, pembalut wanita, selimut, serta handuk untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Selain Lapau Munggu, distribusi bantuan juga disiapkan secara bertahap ke sejumlah titik terdampak lainnya berdasarkan hasil asesmen cepat relawan di lapangan serta koordinasi dengan pihak terkait.

Ketua Irman Gusman Center, Marhadi, mengatakan gerak cepat tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Irman Gusman agar masyarakat terdampak segera mendapatkan pendampingan dan bantuan.

“Arahan Bapak Irman jelas, hadir secepat mungkin dan bawa kebutuhan yang paling dibutuhkan warga. Dalam situasi bencana, kecepatan menghadirkan bantuan adalah bentuk kepedulian yang paling nyata,” ujar Marhadi.

Menurutnya, Irman Gusman juga meminta agar respons kemanusiaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan tahap awal, tetapi terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan pendampingan pada masa tanggap darurat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat, Portito, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Irman Gusman Center merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat dan tepat sasaran.

“Bencana tidak mengenal waktu, maka respons kemanusiaan juga tidak boleh menunggu. Malam itu juga kami bergerak agar bantuan segera sampai ke tangan warga,” kata Portito.

Selain mendistribusikan bantuan logistik, relawan MDMC Sumatera Barat bersama Irman Gusman Center juga melakukan asesmen kebutuhan di lokasi sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan.

Mereka turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan unsur kebencanaan lainnya agar penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat berjalan lebih efektif.

Banjir yang kembali melanda Kota Padang menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi tantangan serius di Sumatera Barat. Dalam kondisi seperti ini, sinergi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus proses pemulihan bagi para penyintas.

Di tengah derasnya arus banjir dan dinginnya malam, langkah para relawan menjadi gambaran bahwa respons kemanusiaan tidak mengenal batas waktu. Saat sebagian besar warga beristirahat, tim Irman Gusman Center bersama MDMC Sumatera Barat memilih berada di tengah lokasi bencana, membawa bantuan sekaligus memastikan para penyintas tidak menghadapi musibah itu sendirian. (fix)