Rangkuman Utama
  • Perekrutan pemain asing baru asal Brasil oleh Semen Padang FC memicu gelombang kritik netizen di media sosial akibat statistik penampilannya yang dinilai kurang meyakinkan.
  • Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, merespons kritik tersebut dengan mengimbau pendukung agar menghentikan budaya mencela dan menghargai keputusan tim pelatih.
  • Pengelola akun informasi klub memberikan klarifikasi mengenai status Samuel Grananda yang telah dipermanenkan klub lain guna menjawab perbandingan yang dilayangkan warganet.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG — Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, merespons gelombang kritik dan keraguan dari para pendukung di media sosial terkait perekrutan pemain asing baru asal Brasil.

Respons tersebut mencuat setelah akun Instagram @424_SPFC mengunggah pengumuman kedatangan sang pemain dengan ucapan, “Here We Go, dari Negeri Samba, ke Ranah Minang.” Unggahan tersebut langsung diserbu puluhan hingga ratusan komentar netizen yang mempertanyakan kualitas serta statistik penampilan pemain anyar tersebut.

Beberapa warganet menyuarakan keraguannya secara terbuka. Akun @4khyar_ menilai statistik pemain baru tersebut kurang meyakinkan, sementara akun @mulyadi0578 menyentil efektivitas performanya dengan menuliskan, “Main 27, 3 gol, penyerang apa gelandang ko min.”

Keraguan senada disampaikan akun @roza_mawandi yang menandai akun Andre Rosiade secara langsung. “27 pertandingan 3 gol 1 assist… barek kayaknyo tu pak (berat sepertinya itu pak),” tulisnya. Sementara itu, akun @drman31 mempertanyakan apakah perekrutan ini terkesan terburu-buru, “Kali ko yoo agak ragu awak… lai dak bali tasasak? (Kali ini agak ragu saya… apa tidak beli terdesak/terburu-buru?).”

Menanggapi berbagai sorotan miring tersebut, Andre Rosiade melalui akun pribadinya @andre_rosiade meminta para suporter untuk lebih bijak dan menghargai keputusan tim pelatih.

“Kurangi budaya cacek dan cimeeh, ambo yang cari pitih ajo menghargai pilihan pelatih. Suporter klub lain selalu mendukung. Antah baa kok budaya dan karakter supporter Semen Padang ko cacek dan cimeeh se. Ampun caliaknyo,” ujar Andre dalam bahasa Minang, mengimbau agar budaya mencela dan mengejek dikurangi serta memberikan dukungan nyata kepada tim.

Di sisi lain, pengelola akun @424_SPFC turut memberikan penjelasan secara persuasif kepada netizen yang membandingkan perekrutan ini dengan pemain lama. Saat merespons komentar akun @rajamandala004 yang menilai Samuel Grananda lebih baik dan berusia muda, admin @424_SPFC menegaskan status kepemilikan pemain tersebut.

“Samuel Grananda lah dipermanenkan dek klub yang maminjamnyo musim patang. Jan Grananda ka Grananda se, cari tau status klub dulu,” tulis akun tersebut menjelaskan bahwa sang pemain sudah dipermanenkan oleh klub lamanya. (sal)