YOGYAKARTA, NUSATIME— Skuad Semen Padang FC resmi menyudahi rangkaian pemusatan latihan (training center) di Yogyakarta pada Senin (17/8/2026) dengan kemenangan 4-2 atas De Red FC (Dejan FC).

Kemenangan empat gol ini sekilas menghadirkan euforia manis bagi publisitas Kabau Sirah. Namun, jika mengupas statistik secara lebih tajam, laga tersebut justru semakin mempertegas kerentanan benteng pertahanan anak asuh Nil Maizar.

Di balik pesta empat gol ke gawang De Red FC, gawang Semen Padang kembali jebol dua kali. Angka ini melengkapi catatan mengkhawatirkan, jala gawang Semen Padang telah jebol 6 kali hanya dalam 5 laga uji coba pra-musim.

Meskipun efektivitas lini serang patut diacungi jempol, angka-angka di lini belakang tidak bisa dipoles. Dari lima rangkaian uji coba yang dilakoni di Yogyakarta, skuad Kabau Sirahhanya satu kali mencatatkan nirbobol (clean sheet), yakni saat menang 2-0 atas Tornado Kendal FC.

Berikut adalah rincian lubang di lini pertahanan Semen Padang selama uji coba pra-musim, saat hadapi Bhayangkara FC, kebobolan 1 gol, menghadapi Borneo FC, kebobolan 2 gol. Saat bertemu Java United, kebobolan 1 gol dan saat menghadapi

De Red FC (Dejan FC) kebobolan 2 gol.

Rata-rata kebobolan 1,2 gol per pertandingan melawan tim dengan level yang bervariasi tentu menjadi sinyal bahaya sebelum Kabau Sirah terjun ke atmosfer kompetisi resmi yang jauh lebih brutal.

Unggahan perpisahan TC di akun resmi ⁠@semenpadangfc.id⁠ yang menuliskan, “Menutup rangkaian pemusatan latihan di Yogyakarta dengan hasil manis! Kerja keras dan efektivitas lini serang skuad Kabau Sirah sukses mengamankan kemenangan 4 gol sore ini…”, langsung disergap ratusan pendukung kritikal.

Pendukung tak lagi hanya terbuai oleh kemenangan skor besar, melainkan fokus pada kelemahan struktural tim.

Pengguna akun ⁠@westian11_⁠ langsung melontarkan pertanyaan tajam. “Lini belakang apa kabar Coach, pra-musim udah banyak kebobolan?”

Komentar tersebut memicu diskusi hangat antar pendukung. Akun ⁠@dedykayoo⁠ membeberkan pandangannya terkait stamina dan performa bek tengah.

“Batui sanak… PR jo Coach Nil… nampaknya agak keteteran Iqor kalau main full 90 menit. Ancak Martic lai.” (Betul bro… PR buat Coach Nil… kelihatan Iqor agak keteteran kalau main penuh 90 menit. Lebih baik Martic saja).

Keinginan suporter untuk melihat susunan pemain dibatasi oleh status laga yang digelar tertutup. Saat akun ⁠@dikaakbarishak⁠ meminta kejelasan starting XI, akun ⁠@syh_ptra⁠ menimpali bahwa kerahasiaan taktik penting agar “tidak terbaca oleh lawan nanti saat kompetisi bergulir.”

Di satu sisi, antusiasme suporter tetap membumbung tinggi berkat kegacoran lini depan. Akun ⁠@febriefrn⁠ dengan nada berseloroh menuliskan: “King Semen Padang sedang memasak…… grup barat bikin pipis celana sama King Semen Padang.” Sementara akun ⁠@ab_rfidh28⁠ mengamini konsistensi skema penyerangan Kabau Sirah.

Namun, sepak bola tidak hanya diukur dari seberapa banyak gol yang dicetak, melainkan seberapa kokoh tim bertahan saat digempur. Jika kebiasaan kebobolan ini tidak segera ditambal oleh Coach Nil Maizar, efektivitas lini serang bisa menjadi sia-sia di laga-laga krusial musim depan. (sal)