Biografi Mantan Dirut PT Semen Padang

bd90d1fb cb91 4364 8a72 7f47f78d29d2

Padang-Semen Padang FC yang awal berdirinya tahun 1980 bertujuan untuk memberi hiburan kepada masyarakat Sumbar yang ada di Ranah, namun dalam dua tahun ke depan hiburan itu tidak bisa lagi dinikmati warga di Ranah Minang. Soalnya, manajemen baru tim berjuluk Kabau Sirah lebih memilih berkandang di Pulau Jawa dalam menaungi Liga 2.

“Kita sangat sayangkan, manajemen Semen Padang lebih memilih berkandang di pulau Jawa. Padahal kalau manajemen tahu sejarah berdirinya Galatama Semen Padang ini, mungkin mereka tidak akan membawa tim berkandang di luar,” ujar Edi warga Puruih yang mengikuti Semen Padang sejak berdiri kepada nusatime.id di Padang, Senin (13/7/26).

Katanya, Semen Padang FC didirikan Dirut PT Semen Padang, Joni Marsinih. Di mana tim yang bernama Galatama Semen Padang didirikan selain untuk promosi produksi semen juga hiburan masyarakat Sumbar. Makanya, sejak berdiri tim ini konsisten berkandang di Ranah Minang, mulai dari Stadion Imam Bonjol, Stadion Agus Salim hingga GOR M Yamin Sijunjung. Soalnya, kalau tim ini bermain di luar Sumbar, maka tujuan berdiri tim ini akan hilang, yakni memberi hiburan kepada masyarakat Sumbar.

“Harusnya manajemen baca sejarah ini.  Memang saat ini Stadion Agus Salim sedang diperbaiki, tapi manajemen bisa memilih stadion lain yang ada di Sumbar ini. Malahan Stadion Utama Sumbar bisa dimanfaatkan, karena Semen Padang pernah berkandang di sini kala berlaga di Liga 1,” terangnya.

Kalau melihat kondisi Stadion Utama Sumbar saat ini, jelasnya, manajemen hanya perlu sedikit pembenahan yang kalau ditaksir tidak akan memakan biaya yang banyak. Tapi kenapa mereka tidak mau melakukan itu, dan memilih mencari kandang di Pulau Jawa.

“Sebagai pencinta Semen Padang, saya berharap manajemen untuk mengurungkan niatnya berkandang di luar. Maksimalkan Stadion Utama, agar tujuan didirikannya Semen Padang tidak hilang,” pintanya.

Seperti diketahui, Semen Padang FC didirikan pada tanggal 30 November 1980. Ide pendirian PS Semen Padang tersebut, dahulunya berasal dari Dirut PT Semen Padang Joni Marsinih bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) pada waktu itu, Ir. H. Azwar Anas.

Ide mendirikan itu murni untuk hiburan masyarakat Sumbar, karena sebelumnya warga Ranah Minang mendapat tawaran dari tim Galatama Pardetex Medan yang ingin berhome base di kota Padang. Namun, gubernur Sumbar saat itu, Azwar Anas, menolak wacana tersebut. Ia menilai klub Pardetex tidak memiliki ikatan emosional dengan masyarakat Sumbar.(**)