Rangkuman Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menilai kinerja dua tahun pemerintahannya berada dalam kategori "oke", yang didukung oleh survei Indonesia Political Opinion (IPO) dengan tingkat kepuasan publik mencapai 63 persen.
  • Sejumlah capaian ekonomi yang ditunjukkan pemerintah meliputi keberhasilan menahan kenaikan harga BBM bersubsidi, penguatan swasembada pangan, serta lonjakan pendapatan Danantara hingga 400 persen.
  • Pemerintah juga menyoroti realisasi pembangunan infrastruktur dasar, termasuk hampir 2.500 jembatan desa yang telah dibangun serta target perbaikan 70 ribu sekolah hingga akhir 2026.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahannya sendiri menjelang dua tahun masa kepemimpinan. Prabowo menyebut rapor pemerintah yang dipimpinnya berada dalam kategori “oke”.

Penilaian tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku bertajuk “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Prabowo mengatakan pemerintahannya kini bisa berdiri dan menghadapi rakyat dengan penuh kepercayaan diri karena telah menunjukkan sejumlah capaian nyata.

“Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun boleh lah kita ya, rapor kita oke ya menurut saya ya. Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia, kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memaparkan sejumlah capaian yang menjadi dasar penilaiannya terhadap kinerja pemerintah.

Namun, penilaian “oke” dari Prabowo tersebut kemudian memunculkan pertanyaan lain: apakah rapor pemerintah versi Presiden juga sejalan dengan tingkat kepuasan masyarakat?

Salah satu lembaga survei yang menjadi rujukan adalah Indonesia Political Opinion (IPO). Hasil survei terbaru IPO yang dikutip Partai Gerindra mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 63 persen.

Swasembada Pangan

Prabowo menyebut swasembada pangan sebagai salah satu capaian pemerintahannya. Menurut dia, upaya tersebut bukan sekadar target, melainkan telah menunjukkan hasil nyata.

“Periksa gudang semua. Kita siap ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain, saudara-saudara,” ucapnya.

Harga BBM Subsidi Tak Naik

Capaian berikutnya yang disoroti Prabowo adalah kemampuan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.

Prabowo membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara lain yang menurutnya tengah menghadapi tekanan akibat situasi ekonomi global.

“Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang. Bukan tidak menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.

Danantara Disebut Naikkan Penghasilan 400 Persen

Prabowo juga memaparkan capaian Danantara yang baru beroperasi selama satu tahun. Dia menyebut penghasilan Danantara berdasarkan laporan yang diterimanya telah mengalami peningkatan hingga 400 persen.

“Kita juga tadi disinggung, dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, saudara-saudara. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek, tapi kalaupun tidak 400 persen, 300 persen, atau 200 persen, ini signifikan, peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja,” tegasnya.

2.500 Jembatan Dibangun

Capaian lainnya yang disampaikan Prabowo berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di desa. Dia menyebut pemerintah telah membangun hampir 2.500 jembatan di berbagai desa di Indonesia.

Menurut Prabowo, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tangkap, kita segera tanggap, kita reaksi. Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan seluruh desa-desa di Indonesia. Yang banyak tidak diingat oleh banyak elite Indonesia,” papar Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung anggaran dana desa yang telah berjalan selama 10 tahun. Menurutnya, anggaran tersebut semestinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jembatan di desa.

“Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun. Rp 1 miliar satu desa satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta rata-rata, Rp 700 juta, Rp 800 juta. Yang besar mungkin Rp 2 miliar, Rp 3 miliar. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu. Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini,” sambungnya.

70 Ribu Sekolah Diperbaiki

Prabowo juga menyebut pemerintah menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah hingga akhir 2026.

Target tersebut bahkan akan diperluas pada 2027. Pemerintah membidik 100 ribu sekolah diperbaiki dan menargetkan seluruh sekolah di Indonesia mendapatkan renovasi.

“Semua puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki saudara-saudara sekalian,” tambah Prabowo.

Gerindra: Bukan Klaim Sepihak

Penilaian “oke” yang diberikan Prabowo terhadap kinerja pemerintahannya mendapat dukungan dari Partai Gerindra.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan penilaian tersebut bukan sekadar klaim sepihak pemerintah.

“Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang benar (on the right track),” kata Sugiat, dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Sugiat mengatakan penilaian tersebut sejalan dengan persepsi masyarakat yang tercermin dalam hasil survei IPO terbaru.

Survei IPO mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 63 persen.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR tersebut juga menilai salah satu indikator kinerja pemerintah terlihat dari kemampuan menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah gejolak perekonomian global.

Menurutnya, ketika sejumlah negara menghadapi tekanan ekonomi dan menaikkan harga energi, pemerintah Indonesia memilih mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi.

“Kami melihat di tengah gejolak perekonomian global yang membuat banyak negara menaikkan harga energi, pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi domestik. BBM bersubsidi tidak dinaikkan demi menjaga daya beli rakyat dan mencegah inflasi,” ujarnya.

Dengan sejumlah capaian tersebut, Prabowo menilai pemerintahannya layak mendapat rapor “oke”. Di sisi lain, angka kepuasan publik 63 persen yang disebut Gerindra menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk memperkuat penilaian tersebut. (fix)