- Pemerintah memastikan akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi terkait pemisahan anggaran riset dari anggaran pendidikan, dengan mengarahkan pelaksanaannya pada APBN 2028.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pelaksanaan pada 2028 dipilih karena anggaran tahun berjalan sudah memasuki tahap finalisasi, sementara dampak finansialnya terhadap APBN masih dalam kalkulasi.
- Rencana pemisahan anggaran ini belum dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto, dan Menkeu juga dijadwalkan bertemu Kepala BGN pekan depan untuk mengevaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi terkait pemisahan anggaran riset dari anggaran pendidikan. Namun, ia memberi sinyal pelaksanaannya mengarah pada anggaran 2028.
Purbaya menyampaikan hal itu saat ditanya wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli.
“Kita ikutin putusan MK. 2028 kan?” kata Purbaya.
Saat ditanya apakah pemisahan anggaran itu kemungkinan berlaku pada 2028, Purbaya kembali menegaskan tahun tersebut menjadi acuan.
“Oh ya buat 2028 saja,” ujarnya.

Menurut Purbaya, anggaran tahun ini sudah dibahas dan sedang menuju finalisasi. Karena itu, perubahan besar pada tahap sekarang dinilai tidak mudah dilakukan.
“Kalau ini kan udah dibahas. Nanti pusing kita capek lagi kerja. Jadi kalau 2028 ya 2028. Karena mungkin MK juga menghitung bahwa ini sudah dibahas, tinggal difinalisasi. Kalau berubah semua nanti enggak keburu,” katanya.
Purbaya belum menjelaskan dampak pemisahan anggaran riset dari anggaran pendidikan terhadap beban APBN. Ia mengatakan pemerintah masih perlu menghitungnya.
“Nanti kita hitung,” ujarnya.
Ia juga mengatakan isu putusan MK tersebut belum dibahas dengan Presiden Prabowo Subianto. Saat ditanya apakah sudah ada rencana membahas hal itu dengan Presiden, Purbaya menjawab singkat.
Selain soal anggaran riset, Purbaya juga menyinggung rencana pertemuan dengan Kepala BGN Sudaryono terkait evaluasi anggaran program makan bergizi gratis atau MBG. Ia mengatakan pertemuan belum dilakukan karena Kepala BGN masih melakukan konsolidasi.
“Belum. Dia masih konsolidasi. Setelah konsolidasi selesai baru saya ketemu. Kayaknya minggu depan saya ketemu beliau,” ujar Purbaya. (**)



Tinggalkan Balasan