SOLOK SELATAN — Memahami konsep sains yang rumit kini tak lagi sebatas membayangkan gambar kaku di dalam buku teks bagi siswa-siswi SMP Negeri 3 Solok Selatan. Melalui gebrakan program kerja bidang pendidikan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Nagari Lubuk Gadang menghadirkan metode belajar baru berbasis simulasi virtual interaktif.

Berlangsung di aula sekolah pada Kamis (16/7/2026), puluhan siswa kelas 9 diajak menyelami dunia praktikum digital melalui sosialisasi PhET Interactive Simulations. Inovasi ini hadir sebagai solusi konkret atas keterbatasan alat laboratorium dan tantangan penyampaian materi sains yang kerap dianggap abstrak oleh para pelajar.

PhET Interactive Simulations, platform edukasi yang dikembangkan oleh University of Colorado Boulder, diperkenalkan oleh tim KKN UNP sebagai sarana eksperimen mandiri untuk mata pelajaran IPA dan Matematika.

Melalui aplikasi ini, siswa dapat memanipulasi berbagai variabel fisika dan kimia—seperti gaya, massa, kecepatan, suhu, hingga tegangan listrik—dan melihat reaksinya secara real-time.

“Melalui sosialisasi PhET Simulator ini, kami berharap siswa-siswi SMPN 3 Solok Selatan memiliki cara belajar baru yang lebih interaktif. Tidak hanya mengandalkan buku, tetapi bisa langsung mencoba dan mengamati sendiri konsep-konsep sains yang selama ini terasa abstrak,” ujar Daniel, salah satu perwakilan mahasiswa KKN UNP Lubuk Gadang.

Salah satu keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensinya. Praktikum virtual menggunakan PhET memungkinkan siswa melakukan eksperimen tanpa risiko kecelakaan kerja, tanpa paparan bahan kimia berbahaya, serta tanpa membutuhkan peralatan laboratorium fisik yang berbiaya mahal.

Sesi sosialisasi dirancang interaktif. Mahasiswa KKN memaparkan materi-materi krusial kelas 9 yang sering menjadi tantangan pemahaman, meliputi, fisika dasar tentang Simulasi Hukum Newton (gaya dan gerak), energi, serta gelombang. Listrik dan tekanan, di mana visualisasi aliran arus listrik, tekanan fluida, hingga dinamika suhu dan kalor.

Para siswa tampak antusias memegang perangkat yang disediakan. Suasana aula hidup ketika para pelajar aktif bereksperimen, mengubah variabel secara mandiri, dan berdiskusi saat melihat hasil simulasi di layar.

Inovasi yang dibawa mahasiswa KKN UNP ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Tenaga pendidik menilai PhET tidak hanya membantu siswa, tetapi juga menjadi amunisi baru bagi guru dalam menyusun metode mengajar yang lebih bervariasi.

“PhET Simulator sangat berguna bagi siswa, khususnya pada mata pelajaran yang berhubungan dengan sains. Simulator ini juga membantu para guru untuk mengembangkan konsep-konsep pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan lebih baik lagi,” ungkap salah seorang guru SMPN 3 Solok Selatan.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan harapan agar PhET Simulator dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik dalam kegiatan belajar mengajar di kelas maupun pembelajaran mandiri di luar sekolah.

Langkah kecil mahasiswa KKN UNP di Nagari Lubuk Gadang ini menjadi bukti nyata bagaimana pengetrapan teknologi sederhana dapat membuka wawasan baru dan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Solok Selatan. (*)