Padang-Meski jadwal pasti belum dirilis panitia, namun SSB Aero Sky Soccer  Schooll  Kota Padang siap ambil bagian dalam Festival Sepak Bola Pra Soeratin U-11. Rencana ikut sertanya tim yang diasuh mantan pemain Semen Padang Guspen Effendi ini  tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan pemain usia dini yang selama ini dijalankan.

Gusripen Effendi, mengatakan ikut turnamen tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para pemain untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dilakukan.

“Motivasi kami mengikuti turnamen ini adalah memberikan pengalaman bertanding yang berkualitas kepada anak-anak. Selain itu, ini juga menjadi ajang untuk melihat sejauh mana hasil pembinaan yang selama ini kami lakukan,” ujarnya kepada nusatime.id, Selasa (14/7/2026).

Menurut Gusripen, keikutsertaan Aero Sky Soccer dalam Pra Soeratin ini memiliki arti penting bagi perkembangan pemain muda maupun sepak bola usia dini. Melalui kompetisi yang lebih luas, para pemain dapat belajar menghadapi berbagai karakter permainan dan meningkatkan mental bertanding.

“Anak-anak mendapat kesempatan belajar dari kompetisi yang lebih luas. Kami juga ingin menunjukkan bahwa Hulu Sungai Tengah memiliki potensi besar dalam pembinaan sepak bola usia dini,” katanya.

Dalam ajang tersebut, Aero Sky Soccer tidak membebani para pemain dengan target berlebihan. Fokus utama tim adalah memberikan penampilan terbaik dan meningkatkan kemampuan setiap pemain.

“Prestasi tentu menjadi harapan, tetapi yang paling utama adalah proses pembelajaran, peningkatan kemampuan, dan pengalaman bertanding yang akan menjadi bekal mereka ke depan,” jelasnya.

Untuk menghadapi iven Pra Soeratin ini, Aero Sky Soccer menjalani persiapan melalui latihan rutin yang mencakup aspek teknik, fisik, taktik, dan mental. Para pemain juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin dan kerja sama dalam tim.

“Kami terus menanamkan disiplin, kerja sama tim, serta menjaga kondisi fisik dan kesehatan pemain agar siap menghadapi pertandingan,” ucapnya.

Selain kemampuan bermain, pembinaan karakter juga menjadi perhatian utama. Nilai sportivitas, tanggung jawab, kerja keras, dan rasa hormat kepada lawan maupun perangkat pertandingan terus ditanamkan kepada para pemain.

“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik. Tidak hanya menjadi pemain sepak bola yang hebat, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” tuturnya.

Gusripen mengakui tantangan terbesar yang dihadapi para pemain adalah menjaga konsistensi permainan dan mengatasi rasa gugup ketika bertanding di kompetisi yang lebih kompetitif. Meski demikian, ia menilai anak-anak mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi saat berhadapan dengan lawan yang memiliki pengalaman lebih banyak.

Gusripen berharap semakin banyak pihak yang memberikan perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia dini  sehingga lahir pemain-pemain berbakat yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. (sal)