PADANG, NUSATIME.ID — Persoalan penunggakan hak finansial di tubuh Semen Padang FC tampaknya tidak hanya menghantam skuad senior di kompetisi profesional. Isu krusial mengenai kesejahteraan pemain turut merambah lini pembinaan usia muda, di mana para penggawa Elite Pro Academy (EPA) U-20 Semen Padang FC musim lalu dikabarkan hingga kini belum menerima pelunasan gaji mereka.
Kabar tersebut mencuat ke ruang publik menyusul unggahan akun Facebook RizNov Nadhifsyah di dalam grup komunitas pendukung @Keluarga. Semen. Padang. FC. (KSPFC).1980. Postingan itu memuat seruan terbuka dari para pemain muda yang menuntut agar manajemen segera menyelesaikan kewajiban finansial yang tertunda sejak musim kompetisi sebelumnya.
Unggahan itu turut menampilkan kutipan langsung dari para pemain muda yang menyuarakan keresahan mereka.
“Tolong bayar gaji pemain EFA musim kemarin pak. Gaji kami ngga seberapa, tapi kami berharap dengan gaji itu pak”, Fariz Kurnia.
“Gaji pemain EPA U20 musim lalu, mambana wak, segera lunasi pak. Ndak sabara doh pak, tapi awak jo kawan-kawan baharok dari situ pak” , Acang (Muhammad Arel).

Bagi para pemain muda yang meniti karier dari level akademi, nominal gaji tersebut mungkin tidak sebanding dengan kontrak pemain profesional di tim utama. Namun, bagi mereka, dana tersebut memegang peranan vital dan menjadi tumpuan harapan ekonomi serta bentuk apresiasi atas keringat yang telah dicurahkan di atas lapangan hijau demi lambang Kabau Sirah di dada.
Sebagai salah satu klub bersejarah dengan tradisi sepak bola yang kuat di Sumatra Barat, persoalan administratif dan finansial di level akademi tentu menjadi catatan serius. Kompetisi EPA U-20 dirancang oleh PSSI sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan bibit-bibit unggul yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim senior di masa depan.
Ketika hak finansial pemain usia muda terabaikan, dikhawatirkan hal tersebut tidak hanya berdampak pada psikologis dan motivasi individu pemain, tetapi juga mencoreng citra profesionalisme klub dalam pengelolaan pembinaan usia dini.
Publik sepak bola Sumatra Barat dan para pendukung setia Semen Padang FC berharap manajemen dapat segera mengambil langkah cepat dan transparan guna menyelesaikan permasalahan ini. Menjaga hak-hak pemain muda sama artinya dengan merawat masa depan sepak bola itu sendiri, di mana semangat, integritas, dan kesejahteraan mereka harus senantiasa dilindungi agar ekosistem pembinaan berjalan sehat dan berkeadilan. (**)



Tinggalkan Balasan