PADANG PARIAMAN, NUSATIME.ID — Warga Korong Rukam, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat di area ladang jagung pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, Iptu Edy Saputra, mengonfirmasi bahwa korban merupakan warga setempat berinisial K (65) [diubah dari nama lengkap demi asas praduga tak bersalah dan kode etik].

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, jenazah pertama kali ditemukan oleh pemilik ladang berinisial Z (65), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Saat berada di antara tanaman jagung, saksi melihat seseorang tergeletak dalam posisi terlentang.

“Setelah didekati, Zainur mengenali orang tersebut. Ketika ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ujar Iptu Edy Saputra.

Temuan tersebut kemudian diteruskan kepada perangkat nagari dan dilanjutkan dengan laporan ke Polsek VII Koto Sungai Sariak. Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal oleh petugas Puskesmas Padang Sago, ditemukan adanya luka pada kaki kiri korban yang diduga kuat akibat sengatan listrik.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Dari pemeriksaan awal, korban diperkirakan meninggal kurang dari 24 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.

Di sekitar lokasi penemuan jenazah, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kabel kawat, colokan listrik, papan peringatan bertuliskan “AWAS LISTRIK”, kantong plastik merah dan biru berisi buah pinang, serta sepasang sandal hitam milik korban.

Dari hasil pendalaman kepolisian, korban diketahui datang ke lokasi tersebut untuk mencari buah pinang. Pemilik lahan sebelumnya dilaporkan telah beberapa kali memperingatkan korban agar tidak mendekati lokasi karena terpasang pagar listrik. Terkait insiden ini, pihak keluarga korban dan pemilik ladang disebut masih menunggu kesepakatan bersama untuk penyelesaian permasalahan tersebut.

Setelah pemeriksaan luar selesai, jenazah dievakuasi dari Puskesmas Padang Sago menuju rumah duka. Proses evakuasi disaksikan langsung oleh unsur pemerintah nagari, perangkat korong, keluarga korban, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

“Pihak keluarga menolak jenazah untuk diautopsi. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” pungkasnya. (**)