Rangkuman Utama
  • BMKG memetakan potensi hujan berintensitas tinggi hingga ekstrem di sebagian besar wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, yang berpotensi memicu genangan dan kenaikan debit air sungai.
  • Curah hujan tertinggi tercatat di stasiun AWS Maritim Bungus, Kota Padang, yakni mencapai 285,6 mm yang masuk dalam kategori intensitas ekstrem.
  • BMKG mengimbau wilayah Kota Padang, Pesisir Selatan, dan Padang Pariaman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan berdurasi panjang yang dipicu oleh pola pemanjangan awan serta konvergensi angin.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Berdasarkan informasi BMKG, dari pemetaan distribusi curah hujan, sebagian besar wilayah Sumatera Barat termasuk Kota Padang menghadapi potensi hujan yang memicu kenaikan debit air sungai dan genangan.

Malahan dari data BMKG ini, hujan intensitas ekstrem terjadi di ibu kota provinsi untuk daerah, Muaro Palam, Parak Karakah, Bandar Buat, Limau Manih, Unand, Nanggalo, AWS Maritim Bungus.

“Curah hujan sangat tertinggi tercatat terjadi di AWS Maritim Bungus, sebesar 285.6 mm,” info BMKG di grup WA, Selasa (4/8/26).

Sementara, Koordinator Data dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan hujan dipengaruhi pola awan yang memanjang di wilayah barat Sumatera.

Kumpulan awan tersebut terbentuk mulai dari wilayah Sumatera Utara hingga Sumatera Barat. Kondisi itu kemudian menyebabkan hujan dengan durasi panjang di sejumlah wilayah.

Yudha mengatakan, sejumlah wilayah di Sumatera Barat perlu mewaspadai hujan berintensitas tinggi. Kota Padang menjadi salah satu wilayah yang berpotensi terdampak. Selain Padang, wilayah Pesisir Selatan, termasuk Painan, dan Padang Pariaman juga perlu meningkatkan kewaspadaan. BMKG juga memantau potensi hujan berintensitas tinggi di sejumlah wilayah lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi pertumbuhan awan akibat adanya pertemuan atau konvergensi angin. (sal)