PADANG, NUSATIME.ID — Langkah tegas diambil oleh mantan penjaga gawang Semen Padang FC, Arthur Augusto. Setelah berulang kali mendesak manajemen Kabau Sirah untuk segera melunasi tunggakan hak finansialnya, kiper asal Brasil tersebut resmi membawa persoalan ini ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Pengaduan tersebut berbuntut pada sanksi administratif. Berdasarkan sistem pemantauan dan rilis resmi federasi sepak bola dunia, nama Semen Padang FC tercatat dalam daftar larangan registrasi pemain (registration ban) FIFA. Sanksi ini mulai berlaku efektif sejak 9 dan 12 Oktober 2026, dengan durasi masing-masing larangan mencakup tiga periode bursa transfer berturut-turut.
Menanggapi situasi yang berkembang, Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey, memberikan klarifikasi terbuka kepada publik dan para pendukung setia Kabau Sirah. Manajemen menyatakan komitmen penuh dan iktikad baik dalam menyelesaikan seluruh kewajiban klub.
Menurut Braditi, pihak klub sejatinya telah merealisasikan pembayaran kewajiban finansial dengan nilai mencapai sekitar Rp9 miliar. Kendati demikian, penyelesaian sisa kewajiban terhadap empat mantan pemain asing kini menjadi fokus prioritas utama yang harus segera dituntaskan oleh manajemen.
“Manajemen saat ini sedang bergerak cepat dan berupaya maksimal untuk menuntaskan kewajiban yang tersisa. Langkah penyelesaian ini menjadi prioritas mutlak kami agar sanksi dari FIFA dapat segera dicabut, sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas dan kesiapan tim, khususnya dalam menghadapi bursa transfer paruh musim,” ungkap Braditi Moulevey.

Bagi klub kebanggaan masyarakat Sumatra Barat berjuluk Kabau Sirah, keberadaan sanksi administrasi dari FIFA ini menjadi ujian krusial di tengah upaya menjaga stabilitas tim dan performa kompetitif di kompetisi nasional. Keberhasilan manajemen dalam menyelesaikan polemik finansial ini akan menjadi penentu utama agar proses pergerakan pemain di bursa transfer tengah musim tetap berjalan lancar tanpa hambatan regulasi. (**)



Tinggalkan Balasan