PASAMAN BARAT, NUSATIME.ID — Sebuah rumah permanen yang terletak di Jorong Tambang Padang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, mengalami musibah kebakaran pada Rabu (28/10/2026) malam. Akibat peristiwa tersebut, seorang penghuni rumah mengalami luka bakar.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Pasaman Barat, Saripin, mengungkapkan bahwa rumah yang terbakar tersebut merupakan milik warga bernama Dismanuddin (44 tahun). Ia menyebutkan bahwa di rumah itu pemilik tinggal bersama tiga orang anggota keluarganya.

Pihaknya mengaku menerima laporan darurat terkait kebakaran tersebut pada pukul 20.10 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Posko Air Balam langsung mengerahkan enam personel beserta satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Menurut Saripin, proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena insiden terjadi pada malam hari dengan kondisi material rumah yang mudah terbakar. Meski demikian, berkat kesigapan dan kerja keras petugas di lapangan, api berhasil dijinakkan dalam waktu kurang dari dua jam.

“Proses pemadaman dan pendinginan objek yang terbakar dapat diselesaikan sepenuhnya oleh anggota pada pukul 21.46 WIB,” tutur Saripin pada Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, Saripin menjelaskan bahwa salah satu anggota keluarga pemilik rumah yang bernama Khairani (39 tahun) mengalami luka bakar pada tubuhnya. Korban menderita luka tersebut karena sempat berupaya ikut memadamkan kobaran api secara mandiri.

“Korban kami evakuasi ke Puskesmas Silapiang,” ujar Saripin. Beruntung, meskipun bagian dalam rumah mengalami kerusakan parah, struktur bangunan secara keseluruhan dilaporkan masih kokoh. “Bangunan rumah tidak roboh dan masih bisa dihuni,” ucap Saripin.

Perihal pemicu munculnya api, Saripin mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada gangguan instalasi arus pendek listrik. Berdasarkan peninjauan di lapangan, personel melihat adanya indikasi korsleting yang memicu percikan api, yang kemudian dengan cepat membakar bagian dalam bangunan rumah. 

Akibat musibah ini, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian materiel sekitar Rp100 juta yang dihitung dari kerusakan serta hangusnya bagian dalam rumah. (**)