NUSATIME.ID – Sebanyak 30 helikopter disiagakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.

Armada udara tersebut dikerahkan untuk menjalankan operasi pemadaman melalui metode water bombing serta patroli udara.

Penanganan karhutla dilakukan pemerintah melalui operasi darat dan udara. Metode water bombing menjadi salah satu upaya yang digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Dalam pelaksanaannya, helikopter dilengkapi bambi bucket, yakni kantong air berukuran besar yang digantung di bagian bawah helikopter. Peralatan tersebut digunakan untuk mengangkut air dari sumber terdekat menuju lokasi kebakaran.

Sumber air yang dimanfaatkan dapat berasal dari sungai, danau, embung, hingga laut. Air kemudian dibawa menggunakan helikopter dan dijatuhkan tepat di atas titik api maupun jalur penyebaran kebakaran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut peningkatan kejadian karhutla terutama terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pengerahan 30 helikopter tersebut ditujukan untuk mendukung operasi water bombing dan pemantauan melalui patroli udara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran api sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin meluas.