Padang-Pembangunan jalur Tol Sicincin-Bukittinggi yang  memicu pro dan kontra, terutama dari warga Nagari Kubang Putiah di Kabupaten Agam. Warga keberatan karena trase yang diajukan oleh Kementerian PUPR memotong perkampungan padat, kini sudah tuntas. Pemerintah memilih untuk mengalihkan trase yang melintasi desa tersebut.

Keputusan ini didapatkan, setelah adanya pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Dedie Tri Wahyudi bersama Direktur Utama Hutama Karya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Andre Rosiade, beserta sejumlah pihak lainnya.

“Kami telah menggelar rapat bersama dan keputusannya adalah untuk trase yang sebelumnya melewati Desa Kubang Putih itu, diubah ke trase atau ke desa lainnya. Artinya kami membatalkan rencana trase melewati Kubang Putih,” kata  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Andre Rosiade usai rapat yang digelar tertutup di Kantor Kejati Sumbar, Selasa (14/7/2026).

Katanya, dengan telah adanya kesepakatan bersama itu, maka untuk proyek jalan tol Sicincin-Bukittinggi sudah bisa dilaksanakan, tanpa ada persoalan hukum. Termasuk soal ganti untung lahan yang terpakai, dari pernyataan Bupati Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Wali Kota Padang Panjang, tidak ada kendala hukum yang berarti.

“Jadi sudah clear ya, proyek ini sudah bisa dijalankan. Persoalan hukum aman, tentu akan kami kawal untuk proyek strategis nasional, sehingga bisa dikerjakan secara tepat waktu dan aman,” tegasnya.

Seperti diketahui, Tol Sicincin – Bukittinggi merupakan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera bagian sirip yang menghubungkan Pekanbaru-Padang dengan total Panjang 58,7 KM. Dengan nilai Investasi diperkirakan menelan biaya sekitar 8,9 Triliun Rupiah.

Jalan Tol ini merupakan Sesi Lanjutan dari Jalan Tol Padang Sicincin yang sudah lebih dahulu dibangun. Ruas jalan tol ini direncanakan akan melewati Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam. Di Padang Panjang, jalan tol akan melewati Kecamatan Padang Panjang Timur. Di Tanah Datar, akan melewati Kecamatan Sepuluh Koto. Sedangkan di Kabupaten Agam, akan melewati Kecamatan Sungai Puar dan Kecamatan Banuhampu.

Proyek Tol Sicincin menuju Bukittinggi dengan nilai Rp29 triliun ini sangat menguntungkan Sumbar. Hasil pertanian akan lebih mudah dipasarkan ke Riau, sementara wisatawan dari Riau akan semakin mudah datang ke Bukittinggi, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang dan daerah lainnya. (Sal)