Padang-Keinginan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy untuk menambahkan ornamen atap gonjong khas Minangkabau pada desain renovasi Stadion Haji Agus Salim (GHAS) Padang dipastikan tidak akan terwujud. Pasalnya, penggagas renovasi Stadion Agus Salim, Andre Rosiade, saat mengunjungi proses pembangunan, Selasa (14/7/26) menegaskan bahwa desain saat ini sudah final dan tidak bisa diubah.
“Perubahan desain tidak dapat diakomodasi karena akan berdampak pada pekerjaan konstruksi. Selain itu, desain yang sedang dikerjakan tersebut telah disusun dan disesuaikan berdasarkan usulan awal Pemerintah Provinsi Sumatra Barat,” Kata Andre kepada media di sela-sela kunjungan ke Stadion Agus Salim.
Andre menjelaskan, desain stadion telah melalui pembahasan dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, konsultan perencana, serta Direktorat Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, apabila usulan penambahan gonjong ingin dimasukkan, seharusnya disampaikan pada tahap penyusunan desain.
“Waktu pembahasan desain dulu tidak ada usulan penambahan gonjong. Seharusnya usulan itu disampaikan pada saat proses perencanaan, bukan setelah pekerjaan berjalan,” kata dia.

Ketua DPD Gerinda Sumbar itu pun mengibaratkan permintaan penambahan atap gonjong seperti datang ketika seluruh proses telah selesai.
Sebelumnya, permintaan atap gonjong itu datang dari Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy. Ia menilai stadion belum mencerminkan identitas budaya Minangkabau.
Saat ini proses pembongkaran stadion lama telah dimulai dan pembangunan stadion baru berstandar nasional dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton tersebut ditargetkan rampung pada Januari 2028. Proyek ini didanai oleh pemerintah pusat melalui APBN dengan estimasi biaya mencapai Rp340 miliar hingga Rp400 miliar. (sal)



Tinggalkan Balasan