PADANG, NUSATIME.ID – Laga tandang menghadapi Persiku Kudus di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (24/10/2026), menjadi ujian krusial bagi Semen Padang FC. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad berjuluk Kabau Sirah jika ingin menjaga peluang bersaing di papan atas dan menjaga asa promosi ke Liga 1.

Hasil imbang, apalagi kekalahan dari tim yang saat ini menghuni dasar klasemen sementara Grup Barat tersebut, hanya akan memperberat langkah Semen Padang. Pertanyaan besarnya, sanggupkah anak asuh Stefano “Teco” Cugurra memutus tren minim kemenangan di tengah krisis pemain dan tekanan performa?

Kondisi tim jelang laga ini terbilang belum ideal. Kabau Sirah dipastikan tampil tanpa kiper utama, Ikram Algiffari, yang terpaksa absen akibat cedera. Kehilangan sosok vital di bawah mistar tentu menjadi celah rawan yang bisa dimanfaatkan Persiku Kudus, tim yang juga sedang haus poin untuk keluar dari zona degradasi.

Pelatih Kepala Semen Padang FC, Stefano Cugurra, menyadari potensi ancaman tuan rumah. Ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak terjebak rasa percaya diri berlebihan saat menghadapi tim juru kunci.

“Kami harus menghormati lawan. Persiku memiliki pelatih dan pemain profesional. Situasi mereka memang sedang kurang bagus, tetapi mereka sangat membutuhkan poin. Kami harus tetap fokus dan disiplin,” ujar Teco dalam konferensi pers pralaga, Jumat (23/10/2026).

Teco mengklaim persiapan timnya kini jauh lebih mantap dibandingkan dua laga awal sejak ia memegang kendali kepelatihan. Skuad Kabau Sirah telah mengarungi lima sesi latihan intensif yang mencakup pembenahan fisik, teknik, hingga pematangan taktik.

“Setelah bermain imbang melawan PSMS Medan, kami memanfaatkan waktu lima kali latihan untuk evaluasi. Saya melihat chemistry dan pemahaman taktik pemain makin membaik. Menurut saya, tim jauh lebih siap meraih poin penuh di Bantul,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.

Ujian taktikal Teco sejatinya terletak pada bagaimana ia menutupi pos yang ditinggalkan Ikram Algiffari serta membongkar pertahanan rapat lawan. Mengenai kondisi sang kiper muda, Teco mengakui kualitas Ikram sangat dibutuhkan tim.

“Ikram punya kontribusi besar lewat beberapa penyelamatan penting. Kami berharap dia segera pulih. Namun untuk laga ini, kami harus memaksimalkan kiper yang ada dan memastikan lini pertahanan bekerja lebih solid,” tambah Teco.

Dari sudut pandang pemain, penyerang sayap Nofri Setiawan menegaskan seluruh pemain dalam kondisi siap tempur untuk mengamankan poin penuh. Sebagai putra daerah Sumatera Barat, Nofri menyadari ekspektasi publik Padang yang merindukan level kasta tertinggi.

“Persiapan kami berjalan lancar dan semua pemain siap. Kami ingin mengakhiri tren kurang maksimal ini. Target kami jelas, tiga poin. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh suporter agar perjuangan tim membuahkan hasil manis,” kata Nofri.

Peluang Semen Padang FC untuk merangsek ke papan atas memang masih terbuka lebar mengingat kompetisi baru bergulir. Namun, tanpa efektivitas penyelesaian akhir dan disiplin lini belakang di Stadion Sultan Agung besok, target membawa pulang tiga poin bisa berujung angan-angan semata. Laga melawan Persiku Kudus bakal menjadi pembuktian nyata apakah pembenahan taktik Teco benar-benar berdampak atau sekadar teori di atas kertas. (**)