PADANG, NUSATIME. ID — Tim Nasional (Timnas) Selancar Ombak Indonesia bersiap menerjang gelombang Punta Rocas, Peru, dalam ajang bergengsi ISA World Surfing Games(WSG) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–15 November 2026. Kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh International Surfing Association (Asosiasi Selancar Internasional / ISA) ini menjadi krusial karena menjadi salah satu jalur utama perebutan tiket kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028 (LA28).
Sebagai bentuk persiapan matang dan adaptasi medan, rombongan Merah Putih dijadwalkan bertolak lebih awal dari Bali menuju Peru pada Rabu, 28 Oktober 2026. Langkah ini diambil agar para peselancar tanah air dapat melakukan penyesuaian karakter ombak di Punta Rocas dan El Bosque secara optimal sebelum kompetisi resmi dimulai.
Indonesia mengutus para peselancar terbaiknya untuk bertarung di dua nomor utama (Shortboard). Nomor Women Shortboard, dipimpin oleh peselancar andalan asal Sumatera Barat (Sumbar), Kya Jo Heuer, yang tampil bersama Jazmine Studer dan Hanasuri Jabrik.Nomor Men Shortboard, diperkuat oleh peselancar kenamaan Rio Waida, didampingi oleh Fajar Aryana dan Dhany Widianto.
Keterlibatan Kya Jo Heuer menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga air Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Final Liga Surfing Indonesia (LSI), Kya langsung fokus menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Hotel Mamaka, Bali, guna memantapkan fisik dan teknik sebelum bertolak ke panggung dunia.
Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Sumbar, Harry Algamar, menyampaikan rasa bangga dan optimismenya terhadap keikutsertaan atlet asal Sumbar tersebut.

“Ajang ISA World Surfing Games di Peru ini adalah panggung besar dan momentum berharga. Setelah melalui Kejurnas dan LSI, persiapan intensif Kya di Pelatnas Bali menunjukkan komitmen penuh untuk membela nama Indonesia. Kami dari PSOI Sumbar memberikan dukungan penuh dan berharap skuad Merah Putih bisa meraih hasil maksimal serta mengamankan tiket Olimpiade,” tegas Harry Algamar.
Berdasarkan regulasi resmi Qualification System (QS) yang dirilis ISA, cabang olahraga selancar ombak pada Olimpiade LA 2028 menyediakan kuota terbatas untuk 48 atlet (24 putra dan 24 putri).
Aturan dasar menetapkan bahwa setiap Komite Olimpiade Nasional (NOC) secara umum hanya diizinkan mengirimkan maksimal dua (2) peselancar per gender. Namun, sebuah negara berpeluang mengecualikan aturan ini dan meraih kuota ketiga (slot tambahan)apabila berhasil menjuarai kategori tim pada ISA World Surfing Games 2026 atau 2027.
Dengan berangkat lebih awal pada 28 Oktober 2026, Timnas Selancar Indonesia diharapkan memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dengan suhu air, arus, dan karakter ombak di Peru, sekaligus membuka jalan pertama menuju panggung Olimpiade Los Angeles 2028. (**)



Tinggalkan Balasan