BANTUL, NUSATIME.ID – Meski tampil kurang meyakinkan, Semen Padang FC sukses mengamankan poin penuh kala bertandang ke markas Persiku Kudus dalam lanjutan Pegadaian Championship. Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (24/10/2026), tim berjuluk Kabau Sirah tersebut menyudahi perlawanan sengit tuan rumah dengan skor tipis 2-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, tensi pertandingan langsung memanas. Di luar dugaan, gempuran masif justru datang dari kubu Persiku Kudus yang mengambil inisiatif menekan. Lini pertahanan Semen Padang dipaksa bekerja ekstra keras menahan gelombang serangan lawan. Barisan belakang Kabau Sirah berkali-kali berada dalam situasi kritis akibat tusukan berbahaya para penyerang Persiku. Beruntung bagi tim tamu, lemahnya penyelesaian akhir serta ketidaktenangan eksekutor tuan rumah membuat sejumlah peluang emas terbuang sia-sia.
Di sisi lain, Semen Padang terlihat kesulitan mengembangkan skema permainan. Alur serangan yang dibangun kerap terhenti di sepertiga akhir lapangan akibat rapatnya tembok pertahanan Persiku dan minimnya kreativitas untuk membongkar barisan belakang lawan.
Namun, drama terjadi menjelang turun minum. Pada menit ke-43, sebuah gempuran Semen Padang memicu kepanikan di area terlarang Persiku. Bek Persiku, Ikbal Hadi, kedapatan melakukan handball saat mencoba memblok sepakan keras Novri Setiawan. Tanpa ragu, wasit menunjuk titik putih.
Savio Roberto yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya secara dingin. Dengan ketenangan tinggi, tembakan terukurnya berhasil menaklukkan penjaga gawang Persiku, M. Ridwan, sekaligus mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Semen Padang hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, dinamika pertandingan kian sengit dan menguras emosi. Persiku Kudus yang tak ingin malu di kandang sendiri langsung tancap gas. Hasilnya, pada menit ke-53, bangku cadangan Perseku bersorak, setelah M. Isa melepaskan tembakan spekulasi jarak jauh spektakuler yang menghujam deras ke gawang Semen Padang, merubah skor menjadi setara 1-1.
Merespons gol penyeimbang tersebut, jajaran pelatih Semen Padang bergegas melakukan perombakan taktik dengan memasukkan Lilipaly. Keputusan ini terbukti jitu. Kehadiran Lilipaly menyuntikkan kreativitas baru dan mengubah alur permainan tim tamu. Hanya selang 12 menit, tepatnya di menit ke-65, Lilipaly sukses mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan kemelut di depan gawang Persiku. Semen Padang kembali unggul 2-1.
Memegang keunggulan, Kabau Sirah memilih menurunkan tempo permainan untuk mengamankan keunggulan. Momen ini dimanfaatkan Macan Muria—julukan Persiku—untuk mengambil alih kendali dan mengurung pertahanan tamu. Atmosfer laga kian tegang ketika Persiku terus melancarkan tekanan bertubi-tubi dari berbagai sisi.
Untuk menyegarkan kedalaman skuad dan mempertahankan penguasaan bola, Semen Padang memasukkan Spaso dan David Maulana. Masuknya Spaso sempat mengancam gawang lawan, namun sepakannya masih digagalkan oleh tiang gawang.
Memasuki menit-menit akhir injury time, pertarungan berlangsung makin terbuka. Persiku terus mengurung pertahanan Semen Padang demi mencuri gol penyeimbang, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru serta ketangguhan benteng pertahanan Kabau Sirah menggagalkan seluruh upaya tersebut.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga ditiupkan wasit, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan dramatis Semen Padang FC. (**)



Tinggalkan Balasan