- Tim SAR gabungan melakukan pencarian hari ketiga terhadap Afriyanto (42), warga Pauh, Kota Padang, yang dilaporkan hilang setelah diduga melarikan diri dari Rumah Sakit Unand akibat stres saat menjalani pemeriksaan kesehatan.
- Operasi pencarian difokuskan di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Unand hingga perbukitan Politeknik Negeri Padang dengan mengerahkan tim gabungan serta teknologi drone thermal.
- Hingga Selasa (28/7/2026) siang, korban belum berhasil ditemukan karena tim di lapangan terkendala medan perbukitan yang curam, vegetasi hutan yang lebat, dan jarak pandang terbatas.
PADANG – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian Afriyanto (42), warga Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas (Unand), Selasa (28/7/2026). Hingga hari ketiga pencarian, keberadaan korban masih belum diketahui.
Afriyanto diduga melarikan diri saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Universitas Andalas pada Selasa (21/7/2026), kemudian masuk ke kawasan hutan di sekitar kampus. Pria tersebut terakhir kali terlihat sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan atas Politeknik Negeri Padang sebelum jejaknya hilang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pencarian hari ketiga dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan menyisir Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Unand serta kawasan sekitarnya.
“Pada hari ketiga, anggota Rescue PB BPBD Kota Padang di bawah komando Kabid KL bersama Tim SAR Gabungan melakukan asesmen dan pencarian korban hilang bersama pihak keluarga,” kata Hendri.
Menurutnya, penyisiran diawali dari lokasi yang diduga menjadi titik awal korban berlari meninggalkan rumah sakit, kemudian dilanjutkan menuju kawasan Hutan Biologis Unand yang berada di atas Politeknik Negeri Padang.

Berdasarkan kronologi, Afriyanto datang ke Rumah Sakit Unand bersama keluarganya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Saat proses pemeriksaan berlangsung, korban diduga mengalami stres dan berusaha meninggalkan rumah sakit.
“Korban diduga mengalami stres dan berusaha kabur dari pemeriksaan pihak rumah sakit. Korban kemudian dikejar oleh pihak keluarga dibantu petugas keamanan Kampus Unand,” ujarnya.
Keluarga bersama petugas keamanan kampus sempat mengejar korban. Namun, Afriyanto terus berlari menuju kawasan perbukitan di atas Politeknik Negeri Padang. Sekitar pukul 11.00 WIB, ia terakhir kali terlihat di lokasi tersebut sebelum akhirnya menghilang.
Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Hendri mengatakan, hingga Selasa siang korban belum ditemukan.
“Korban diketahui bernama Afriyanto, laki-laki berusia 42 tahun, beralamat di RT 003 RW 005, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Kota Padang, korban memiliki postur tubuh gemuk, berkulit kuning langsat, mengenakan celana panjang hitam, dan saat terakhir terlihat tidak memakai baju. Ciri-ciri tersebut menjadi acuan bagi petugas maupun masyarakat yang ikut membantu pencarian.
Dalam operasi pencarian, pihak keluarga turut bergabung bersama tim gabungan menyisir jalur yang diduga dilalui korban. Pada pencarian sebelumnya, personel dibagi menjadi dua regu untuk memperluas area pencarian. Tim pertama beranggotakan 15 orang yang bergerak di sektor utama, sedangkan tim kedua berisi 13 personel menyisir jalur alternatif.
Medan pencarian berupa kawasan perbukitan dengan kontur curam dan vegetasi lebat sehingga menyulitkan penyisiran. Jarak pandang yang terbatas membuat sejumlah titik hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Pada pencarian hari kedua, Senin (27/7/2026), tim BPBD, Basarnas, Kelompok Siaga Bencana (KSB), dan keluarga mulai bergerak sekitar pukul 10.30 WIB.
“Hari ini anggota Rescue PB BPBD Kota Padang di bawah komando Kabid KL bersama tim Basarnas dan tim KSB melaksanakan asesmen serta melanjutkan pencarian hari kedua bersama pihak keluarga,” kata Hendri.
Untuk memperkuat operasi, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang juga menerjunkan personel rescue ke lokasi.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan laporan orang hilang diterima dari Ketua Kelompok Siaga Bencana Kecamatan Pauh pada Senin pukul 07.39 WIB. Tim rescue kemudian diberangkatkan pukul 07.53 WIB menuju lokasi yang berjarak sekitar 26,2 kilometer dari Kantor SAR Padang.
“Kami menerjunkan lima personel rescue ke lokasi untuk bergabung dan memandu operasi pencarian bersama tim gabungan yang sudah ada di lapangan,” ungkap Abdul Malik.
Personel membawa Rescue Car Double Cabin, peralatan pendakian, perlengkapan medis, serta perangkat komunikasi. Basarnas juga mengerahkan drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di kawasan hutan yang sulit dijangkau personel darat.
Drone thermal digunakan untuk mendeteksi perbedaan suhu di tengah vegetasi rapat. Namun, lebatnya pepohonan dan semak di Hutan Biologis Unand tetap menjadi tantangan dalam proses pencarian.
Meski cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, karakter medan perbukitan membuat seluruh personel harus bergerak dengan ekstra hati-hati.
Operasi pencarian melibatkan BPBD Kota Padang, Basarnas, TRC Semen Padang, unsur kecamatan, KSB Kota Padang, KSB Pauh, I-DERU, masyarakat, keluarga korban, serta Anggota DPR RI Rahmat Saleh.
“Hingga saat ini korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan,” kata Hendri.
Petugas terus menelusuri kemungkinan jalur yang dilalui Afriyanto sejak terakhir terlihat di kawasan atas Politeknik Negeri Padang. Pencarian juga difokuskan pada lokasi yang dinilai memungkinkan menjadi tempat korban berlindung atau beristirahat.
Masyarakat yang menemukan seseorang dengan ciri-ciri menyerupai Afriyanto diharapkan segera menyampaikan informasi kepada petugas agar proses pencarian dapat segera membuahkan hasil. (fix)



Tinggalkan Balasan