Rangkuman Utama
  • Kementerian Agama mendorong percepatan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi santri pondok pesantren akibat masih minimnya capaian penerima manfaat saat ini.
  • Integrasi data dan zonasi wilayah bagi lebih dari 6,2 juta santri di 42 ribu pesantren menjadi tantangan utama yang tengah diselaraskan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
  • Kemenag bersikap proaktif memfasilitasi kerja sama BGN dengan jaringan pesantren dan madrasah guna mengejar target pemenuhan gizi santri secara optimal.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta-Santri pondok pesantren masih sangat minim dalam menerima manfaat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas dasar itu, Kementerian Agama meminta agar pihak terkait untuk mempercepat perluasan jangkauan program MBG bagi para santri.

“Pondok pesantren ini boleh dikatakan yang paling memerlukan sentuhan. Dari data, baru persen yang tersentuh program ini,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers selepas rapat terbatas membahas Perbaikan Tata Kelola MBG, Rabu, 29 Juli.

Nasaruddin mengaku optimistis dengan adanya dukungan dari kementerian/lembaga terkait tantangan yang ada bisa teratasi dan mempercepat penyelesaian pemenuhan gizi ini.

Menag menekankan keyakinan tersebut juga disematkan kepada struktur kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) baru yang beberapa hari terakhir bergerak cepat dengan fokus utama melakukan penyelarasan data penerima manfaat.

Kemenag menilai pendataan terintegrasi mulai dari jumlah sasaran santri penerima manfaat dan zonasi wilayah sebarannya adalah yang paling penting dan masih menjadi tantangan dibalik capaian program MBG dilingkungan pendidikan keagamaan.

Data Kemenag sendiri mencatat data jumlah santri di Indonesia saat ini ada lebih dari 6,2 juta jiwa yang tersebar di 42 ribu lembaga pendidikan pesantren.

“Dan dengan demikian kalau data kita tepat, maka saya kira gampang sekali kita mengurai permasalahan,” cetusnya, seraya memastikan Kementerian Agama akan bersikap proaktif dalam memfasilitasi kerja sama antara BGN dengan seluruh jaringan pondok pesantren dan madrasah guna mengejar target pemenuhan gizi para santri. (**)