- Jurnalis olahraga di Sumatera Barat mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses informasi resmi mengenai perkembangan Semen Padang FC sejak pembentukan manajemen baru dan pemindahan markas tim ke Pulau Jawa.
- Informasi seputar tim dinilai semakin terbatas karena media sosial resmi klub lebih mengutamakan konten hiburan dibandingkan penyediaan informasi jurnalistik yang akurat.
- Manajemen Semen Padang FC belum memberikan kejelasan terkait pendaftaran akreditasi peliputan media ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang berpotensi menghambat akses peliputan wartawan lokal.
Padang-Sejak Semen Padang FC membentuk manajemen baru, dan memindahkan kandang ke Pulau Jawa, awak media pers khususnya wartawan Olahraga Sumatera Barat kesulitan mendapat akses untuk mencari informasi tentang tim berjuluk Kabau Sirah ini.
Para jurnalis lokal ini, hanya bisa memantau atau mendapat informasi dari media sosial milik Kabau Sirah. Parahnya, isi dari media sosial ini, lebih ke konten tanpa ada informasi yang jelas.
Wartawan Olahraga Senior Sumbar Adril Mahaputra mengakui sebagai wartawan lokal, saat ini sangat kesulitan mendapat info seputar Semen Padang FC. Kalaupun ada info, hanya di media sosial milik klub, namun isinya bukan informasi jurnalistik. Melainkan konten yang dipertontonkan oleh tim media manajemen.
“Edisi sekarang, kami benar-benar kesulitan wawancara seputar Semen Padang FC. Berbeda dengan edisi sebelumnya, kita wartawan olahraga Sumbar selalu mendapat akses langsung ke manajemen. malahan media klub. Membuat grup WhatsApp (WA) wartawan untuk mendapatkan informasi terbaru dari tim,” ujar Chail, sapaan akrabnya.
Katanya, tugas utama seorang jurnalis sudah jelas, yakni mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat. Sekarang bagaimana bisa menjalankan tugas itu, akses ke tim seolah-olah ditutup.

“Akses untuk mendapat informasi seputar persiapan Kabau Sirah
seolah-olah tertutup, padahal sebagai wartawan kita butuh info yang lebih akurat tentang program, perkembangan tim dari manajemen terutama pelatih,” tuturnya.
Selain itu, kejelasan terkait registrasi peliputan tim ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) hingga kini tak ada informasinya dari tim media Semen Padang FC. Hal ini tentu menjadi tanda tanya bagi wartawan yang biasanya setiap musim melakukan liputan kompetisi PSSI.
“Benar kalau kami wartawan lokal di Sumbar, mungkin minim kesempatan meliput langsung Semen Padang, baik sebelum hari H-1 laga maupun saat pertandingan, karena mainnya bukan lagi di Stadion Agus Salim. Tetapi setidaknya, ada solusi dari manajemen. Karena kalau tidak ada legalitas dari operator LIB, tentu tidak dapat akses resmi nantinya jika ada kesempatan meliput di seluruh stadion (home base) tim-tim peserta Liga, termasuk Semen Padang yang bermain di Bekasi,” jelasnya. (sal)



Tinggalkan Balasan