PADANG – Rencana penghentian pembangunan Stadion Barombong di Sulawesi Selatan yang telah mangkrak selama hampir 10 tahun memunculkan kekhawatiran masyarakat Sumatera Barat terhadap nasib rekonstruksi Stadion Agus Salim di Kota Padang yang kini mulai dikerjakan.
Kekhawatiran tersebut muncul karena proyek Stadion Agus Salim saat ini memasuki tahap awal, yakni pembongkaran fasilitas stadion yang diperkirakan berlangsung selama dua bulan. Di sisi lain, beredar informasi bahwa alokasi anggaran pembangunan pada tahun 2026 hanya sekitar Rp12 miliar, sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan warga sekitar.
“Kita berharap pembangunan Stadion Agus Salim tidak seperti Barombong. Memang ini dananya dari APBN, tapi melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini tentu sebagai warga di seputaran Agus Salim khawatir, apalagi info yang kami dapat tahun 2026 ini, APBN untuk pembangunan stadion ini hanya 12 miliar rupiah,” ujar Hendra Negen warga Rimbo Kaluang Komplek Stadion Agus Salim, Selasa (7/7/26).
Saat ini, katanya, pengerjaan stadion sudah dimulai. Di mana telah dilakukan perobohan sarana stadion. Setelah di robohkan, akan dilanjutkan pembangunan.
“Kami lihat sudah mulai pengerjaan yakni perobohan fasilitas stadion. Sebagai warga, kami masih harap-harap cemas. Mudah-mudahan kekhawatiran kami ini tidak terbukti,” harapannya.

Sementara pihak terkait menjamin proyek rekonstruksi yang akan dikerjakan secara multiyears dengan masa pelaksanaan selama 18 bulan tidak bakal mengarak. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp340 miliar untuk rekonstruksi total menjadi stadion berstandar AFC.
Dengan adanya jaminan tersebut, masyarakat berharap proyek stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat dapat selesai tepat waktu dan menjadi fasilitas olahraga bertaraf internasional yang mampu mendukung kemajuan olahraga di Ranah Minang. (**)



Tinggalkan Balasan