Rangkuman Utama
  • Semen Padang FC telah merampungkan skuad berisi 35 pemain, termasuk sejumlah pilar berpengalaman berlabel tim nasional, demi mengejar target harga mati lolos promosi ke Liga 1 pada musim 2027/2028.
  • Kehadiran pemain bintang veteran seperti Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic diharapkan mampu memberikan kestabilan mental dan efisiensi permainan dalam menghadapi tekanan kompetisi.
  • Meskipun kaya pengalaman, dominasi pemain berusia di atas 30 tahun memunculkan risiko fisik yang krusial, seperti kerentanan cedera dan penurunan stamina di tengah padatnya jadwal Liga 2.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Oleh: Faisal Budiman
Wartawan Utama dan Pemegang Number One Press Card

Padang-Semen Padang FC telah merampungkan skuadnya untuk mengarungi musim kompetisi dengan mengikat 35 pemain, manajemen telah mendatangkan pemain-pemain yang berlabel timnas dan berpengalaman di dunia sepakbola profesional, seperti Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, Esteban Viscara, Rizaldi Hehanussa dan Hargianto. Di masa lalu, kemampuan pemain regrutan ini tidak diragukan lagi.

Direkrutnya pemain-pemain berpengalaman yang berlabel timnas ini, tentu dengan harapan bisa meraih prestasi di Liga 2 dan membawa kembali Semen Padang ke Liga 1.  Persoalannya sekarang, apa mereka mampu mewujudkan harapan dari Semen Padang itu?

Tentu suit menjawabnya sekarang, soalnya kompetisi belum dimulai. Selain itu, banyak faktor yang menentukan bisa atau tidaknya mereka membawa kembali Kabau Sirah ke Liga 1.

Tapi kita coba  meraba-raba, apa bisa rekrutan baru Kabau Sirah ini bawa prestasi di Liga 2. Ada dua sisi yang coba kita analisa. Sisi pertama, soal kemanpuan individu.

Kalau bicara kemampuan individu, tentu kita tidak bisa meragukan pemain rekrutan baru ini. Siapa yang tidak kenal dengan, Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, Esteban Viscara, Rizaldi Hehanussa, Hargianto dan Gian Zola. Pemain-pemain ini pernah berseragam timnas, dan teknik individunya tidak diragukan lagi. Tapi persoalannya, apa kemampuan dan teknik mereka masih seperti dulu, apalagi kompetisi Liga 2 memiliki jadwal yang padat, tentu membutuhkan energi yang lebih, kembali kita belum bisa memastikan, karena kompetisi belum dimulai.

Sisi kedua, usia pemain. Sama-sama kita ketahui, dari data transfermarkt, sebanyak 35 rekrutan Semen Padang FC ini, ada beberapa pemain yang usianya di atas 30 tahun. Seperti, Stefano Lilipaly, (36), Ilija Spasojevic (38), Viscara (40), Erwin Gutawa (34 ), Ruoli Rompa (33), Novri Setiawan (32), Irvan (33).

Bicara usia pemain, juga masih banyak perdebatan, apa masih mampu memberi prestasi atau tidak. Ada yang bilang, pemain veteran, lebih tahan banting dalam menghadapi tekanan besar dari suporter atau pertandingan penting. Selain itu, lebih memahami posisi dan efisien dalam menghemat energi selama 90 menit pertandingan.

Namun dari ilmu medis, faktur usia juga memengaruhi gerak individu. memiliki banyak pemain di atas usia 30 tahun dalam satu tim, tentu memunculkan beberapa risiko krusial, mulai dari kerentanan terhadap cedera, penurunan fisik dalam kecepatan dan stamina. Selain itu, tubuh pemain yang lebih tua sedikit kaku dan rentan terhadap cedera otot. Jika cedera terjadi, proses rehabilitasi untuk kembali ke performa puncak membutuhkan waktu lebih lama.

Tapi hasil akhir tentu di tunggu di lapangan, mudah-mudahan dua sisi ini saling, mendukung, meski usia tidak muda, teknik dan kecepatan tidak hilang. Dan harapan Semen Padang kembali ke Liga 1 bisa terwujud, sesuai dengan target presiden klub, promosi ke liga 1 musim 2027/2028 harga mati. (**)