Rangkuman Utama
  • Kepala Satuan Kerja OP BWSS V belum memberikan klarifikasi resmi terkait pengelolaan Irigasi Batang Hari meski sebelumnya telah berjanji membalas surat konfirmasi redaksi.
  • Sejumlah tokoh masyarakat di Nagari Siguntur menguatkan dugaan minimnya pemeliharaan dengan menyatakan kegiatan perawatan irigasi tersebut tidak berjalan selama kurang lebih tiga tahun terakhir.
  • Tim Investigasi NusaTime.id tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak BWSS V serta berencana memperluas penelusuran ke pemerintah daerah dan kelompok petani pemakai air (P3A).
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Janji Tinggal Janji? Klarifikasi BWSS V Tak Pernah Datang, Dugaan Minimnya Perawatan Irigasi Batang Hari Menguat

Oleh: Tim Investigasi NusaTime.id

DHARMASRAYA, 24 Juli 2026 – Janji tinggal janji. Itulah kesan yang muncul setelah Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP) BWSS V, Saidul, hingga kini belum juga menyampaikan klarifikasi yang sebelumnya dijanjikan kepada Tim Investigasi NusaTime.id.

Pada Senin, 20 Juli 2026, melalui percakapan WhatsApp, Saidul menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan jawaban atas surat konfirmasi yang telah dikirimkan redaksi.

“Maaf sebelumnya pak, bukan kami mau bungkam, hanya karena kegiatan yang lain kami butuh waktu untuk menjawab klarifikasi Bapak. Insyaallah besok kami balas,” tulis Saidul.

Menanggapi hal tersebut, Tim Investigasi NusaTime.id menyatakan akan menunggu jawaban resmi dan berkomitmen memuatnya secara utuh demi menjaga prinsip keberimbangan dan transparansi.

Namun, hingga berita lanjutan ini diterbitkan, klarifikasi yang dijanjikan tersebut tidak pernah diterima.

Di sisi lain, hasil penelusuran Tim Investigasi justru menemukan keterangan dari sejumlah tokoh masyarakat yang mengarah pada dugaan bahwa pemeliharaan saluran irigasi memang sudah cukup lama tidak dilakukan.

Hamdan, Wali Nagari Siguntur, membenarkan bahwa berdasarkan pengamatannya, saluran Irigasi Batang Hari yang melintasi wilayah Nagari Siguntur juga sudah sangat lama tidak mendapatkan perawatan.

Keterangan senada disampaikan Darlis, mantan Wali Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur. Menurutnya, sekitar tiga tahun lalu dirinya pernah ikut membantu melakukan pengawasan terhadap pekerjaan perawatan saluran irigasi tersebut.

“Seingat saya, sekitar tiga tahun yang lalu memang ada pekerjaan perawatan dan saya ikut membantu melakukan pengawasan. Tetapi setelah itu, rasanya memang sudah tidak ada lagi kegiatan perawatan,” ujarnya kepada Tim Investigasi NusaTime.id.

Keterangan dua tokoh masyarakat tersebut semakin memperkuat pentingnya klarifikasi resmi dari BWSS V, mengingat saluran Irigasi Batang Hari merupakan infrastruktur vital yang menopang aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah nagari di Kabupaten Dharmasraya.

Hingga berita ini diterbitkan, BWSS V belum memberikan penjelasan mengenai kapan terakhir pemeliharaan dilakukan, berapa anggaran yang dialokasikan, maupun program perawatan yang telah dilaksanakan di ruas irigasi tersebut.

Tim Investigasi NusaTime.id menegaskan bahwa pemberitaan ini bukan untuk menghakimi, melainkan menjalankan fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya bagi BWSS V untuk menggunakan hak jawab.

Apabila klarifikasi resmi disampaikan, NusaTime.id berkomitmen memuatnya secara utuh dan proporsional sebagai wujud pemberitaan yang berimbang.

Pada edisi investigasi berikutnya, Tim Investigasi juga akan meminta penjelasan dari instansi terkait lainnya, termasuk pemerintah daerah, kelompok petani pemakai air (P3A), serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pengawasan Irigasi Batang Hari, agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh berdasarkan fakta di lapangan. (*/Tim Investigasi )