Rangkuman Utama
  • DPC HISWANA MIGAS Sumatera Barat akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada September 2026 untuk memilih ketua baru yang melibatkan sekitar 350 perusahaan anggota dari sektor migas hilir.
  • Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumbar saat ini, Ridwan Hosen, menekankan pentingnya sosok pemimpin baru yang memiliki kepemimpinan kuat serta mampu membangun komunikasi harmonis dengan Pertamina, pemerintah, dan regulator.
  • Anggota HISWANA MIGAS berharap ketua terpilih dapat memperjuangkan agenda prioritas organisasi, khususnya penyesuaian SK Gubernur terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kilogram yang sudah lama tidak mengalami perubahan.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG – Kompetisi menuju kursi Ketua DPC HISWANA MIGAS Provinsi Sumatera Barat mulai menjadi perhatian pelaku usaha energi di daerah. Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi arah organisasi yang menaungi sekitar 350 perusahaan anggota.

Anggota HISWANA MIGAS Sumatera Barat berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari Agen LPG, SPBU, SPBE, hingga perusahaan transportir BBM. Seluruh anggota tersebut akan menggunakan hak suaranya untuk memilih ketua baru melalui mekanisme pemilihan yang demokratis, sehingga setiap suara memiliki peran dalam menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.

Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumbar saat ini, Ridwan Hosen, berharap proses regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan sosok yang mampu menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika sektor energi nasional.

Menurut Ridwan Hosen, tantangan organisasi ke depan semakin kompleks. Karena itu, Ketua yang terpilih diharapkan bukan hanya memiliki pengalaman di bidang usaha migas hilir, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang harmonis, baik di lingkungan internal organisasi maupun dengan berbagai pemangku kepentingan di luar organisasi, termasuk pemerintah, Pertamina, regulator, dan mitra usaha.

“Yang dibutuhkan HISWANA MIGAS ke depan adalah pemimpin yang mampu merangkul seluruh anggota, membangun komunikasi yang efektif, serta memiliki leadership yang kuat agar organisasi semakin solid, profesional, dan berwibawa,” ujar Ridwan Hosen.

Sementara itu, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, salah seorang anggota HISWANA MIGAS Sumbar yang bergerak di bidang Agen LPG, berharap kepemimpinan baru nantinya benar-benar hadir sebagai representasi kepentingan seluruh anggota, bukan hanya menjalankan fungsi administratif organisasi.

Menurut Marlis, salah satu persoalan yang sudah cukup lama menjadi perhatian pelaku usaha Agen LPG adalah belum adanya penyesuaian terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Barat mengenai penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kilogram. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi salah satu agenda prioritas organisasi untuk dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Kami berharap Ketua yang terpilih nantinya mampu memperjuangkan aspirasi anggota, terutama terkait perlunya penyesuaian SK Gubernur mengenai HET LPG yang sudah cukup lama belum mengalami perubahan. Dinamika biaya operasional terus berkembang, sehingga persoalan ini perlu dikomunikasikan secara konstruktif dengan pemerintah daerah,” ujar Marlis.

Selain itu, Marlis juga menilai pembinaan terhadap anggota perlu semakin diperkuat agar seluruh perusahaan anggota mampu mengikuti perkembangan regulasi, meningkatkan profesionalisme usaha, serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“HISWANA MIGAS bukan hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga harus mampu memberikan pembinaan, memperkuat solidaritas, dan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara anggota dengan pemerintah maupun Pertamina,” tambahnya.

Pengamat organisasi menilai Muscab kali ini akan menjadi agenda penting karena berlangsung di tengah meningkatnya tantangan distribusi energi, transformasi digital, serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut menuntut hadirnya kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan mampu memperjuangkan kepentingan anggota tanpa mengabaikan kepentingan publik.

Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, DPC HISWANA MIGAS memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan PT Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

Karena itu, figur Ketua yang akan dipilih pada September mendatang diyakini tidak hanya menentukan arah organisasi selama beberapa tahun ke depan, tetapi juga akan menjadi representasi dunia usaha migas hilir Sumatera Barat dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan.

Seiring semakin dekatnya pelaksanaan Muscab, dinamika organisasi diperkirakan akan semakin menghangat. Namun, seluruh pihak berharap kompetisi berlangsung secara sehat, demokratis, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan, sehingga mampu melahirkan pemimpin yang membawa HISWANA MIGAS Sumatera Barat menjadi organisasi yang semakin kuat, profesional, berwibawa, serta semakin efektif dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya. (*/Redaksi )