- Menjelang peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September, Sumatra Barat terpantau sepi tanpa adanya tanda-tanda agenda perayaan resmi tingkat provinsi.
- Tokoh olahraga Sumatra Barat, Ediswal, menyayangkan situasi tersebut dan mengkritik pihak terkait yang diduga masih disibukkan oleh urusan internal organisasi.
- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat didesak segera bersikap proaktif demi menjaga moral atlet serta memanfaatkan momentum Haornas sebagai ajang evaluasi pembinaan olahraga daerah.
PADANG, NISATIME.ID — Jelang peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada tanggal 9 September besok, suasana di Sumatra Barat (Sumbar) justru terasa sepi.
Momentum bersejarah bagi insan olahraga ini belum menunjukkan tanda-tanda bakal dimeriahkan melalui agenda resmi maupun perayaan tingkat provinsi. Di sisi lain, para pihak yang berkepentingan diduga masih sibuk dengan urusan internal organisasi yang dinilai tidak mendesak.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam dari tokoh olahraga Sumatra Barat, Ediswal. Ia mempertanyakan ketiadaan atmosfer maupun kepastian agenda peringatan dari Pemerintah Provinsi Sumbar menjelang hari besar tersebut.
“Haornas bukan sekadar kegiatan seremoni rutin, melainkan momen krusial untuk memberikan apresiasi, motivasi, serta bentuk penghormatan nyata atas keringat dan dedikasi para atlet, pelatih, serta pembina olahraga yang telah berjuang mengharumkan nama Sumatra Barat di kancah nasional maupun internasional,” ujar Ediswal, Selasa (8/9).
Ketiadaan kegiatan peringatan ini dikhawatirkan dapat mengikis semangat para pelaku olahraga di tingkat basis. Padahal, momen tahunan ini seharusnya menjadi panggung evaluasi pembinaan prestasi sekaligus ruang konsolidasi strategis antara Pemprov Sumbar, KONI, dan pengurus cabang olahraga (cabor) dalam merumuskan arah kebijakan daerah ke depan.

Ediswal berharap Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui dinas terkait segera mengambil sikap proaktif dan memberikan perhatian serius.
Dorongan moral serta kejelasan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar ekosistem pembinaan atlet di Sumatra Barat tetap terjaga dan mendapatkan perhatian yang layak. (sal)



Tinggalkan Balasan