- Sebanyak enam tim dari kelompok umur U-13, U-15, dan U-17 siap bertanding pada partai final Piala Soeratin Zona Sumatera Barat di Stadion Utama Sumbar guna memperebutkan tiket menuju putaran nasional.
- Laga puncak menyajikan pertarungan sengit antargaya permainan, meliputi duel PSTS Tabing kontra Tiku Putra (U-13), Kinantan FC menghadapi Excellent Batusangkar (U-15), serta PSP Padang melawan Josal FC Pariaman (U-17).
- Ketua Panitia Piala Soeratin Sumbar, Renol Palek Fadli, menegaskan peta kekuatan finalis sangat berimbang dengan karakter taktik dan kualitas teknis yang teruji sejak fase penyisihan grup.
PADANG,NUSATIME.ID— Stadion Utama Sumatera Barat di Lubuk Alung siap menjadi saksi bisu lahirnya para juara. Enam tim terbaik dari tiga kelompok umur (U-13, U-15, dan U-17) akan saling sikut pada partai puncak Piala Soeratin Zona Sumbar, Kamis (10/9/2026). Tak sekadar trofi daerah, satu tiket menuju putaran nasional menjadi pertaruhan utama.
Ketua Panitia Piala Soeratin Sumbar, Renol Palek Fadli, menegaskan bahwa laga final tahun ini menyajikan peta kekuatan yang sangat berimbang. “Tiga partai final ini dipastikan berjalan ketat. Setiap tim membawa karakter khas dan kualitas teknis yang sudah teruji sejak fase grup,” ungkapnya.
Pada Kategori U-13, pertarungan akan menyajikan bentrok dua gaya permainan yang bertolak belakang antara PSTS Tabing Padang dan Tiku Putra Agam. PSTS Tabing hadir dengan karakter permainan yang dingin, tenang, dan terstruktur. Kekuatan utama wakil Kota Padang ini bertumpu pada kedisiplinan barisan belakang, kerapian organisasi permainan, serta kejelian memanfaatkan celah di lini tengah lawan saat membangun serangan dari bawah.
Sebaliknya, Tiku Putra Agam mengandalkan kolektivitas khas pesisir yang sarat daya juang. Skuad Tiku Putra menonjol dalam hal fisik dan kecepatan transisi, di mana serangan balik kilat melalui sektor sayap menjadi senjata paling mematikan untuk membongkar pertahanan lawan.
Laga tak kalah sengit tersaji di Kategori U-15 yang mempertemukan Kinantan FC dengan Excellent Batusangkar. Kinantan FC mengusung filosofi permainan modern berbasis penguasaan bola (possession game) dengan lini tengah kreatif yang mampu mendikte tempo. Agresivitas mereka saat menekan lawan sejak garis depan kerap memaksa musuh melakukan kesalahan fatal.

Di sisi lain, Excellent Batusangkar dikenal sangat pragmatis dan efektif. Meski tidak terlalu bernafsu menguasai bola, Excellent sangat klinis memanfaatkan setiap peluang. Kedisiplinan posisi, kekokohan duel udara, serta keahlian mengeksekusi bola mati (set piece) menjadi ancaman nyata bagi Kinantan.
Sementara itu, partai panas di Kategori U-17 akan mempertemukan PSP Padang melawan Josal FC Pariaman. PSP Padang membawa nama besar dan tradisi panjang sepak bola Sumbar dengan dibekali kematangan taktik serta kedalaman bangku cadangan yang merata, membuat skuad Pandeka Minang Muda mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit penuh.
Namun, Josal FC Pariaman siap memberi perlawanan sengit lewat gaya bermain eksplosif dan skema high-pressing tinggi yang kerap merusak kenyamanan lawan. Didukung lini depan yang tajam dan haus gol, Josal FC berpotensi menghadirkan kejutan besar di laga pamungkas.
Siapakah yang akan keluar sebagai penguasa sepak bola usia muda Sumatera Barat sekaligus melenggang ke tingkat nasional? Seluruh jawabannya akan terhampar di rumput Stadion Utama Sumbar. (sal)



Tinggalkan Balasan