PADANG, NUSATIME.ID— Meski berstatus sebagai pendatang baru di panggung Liga TopSkor (LTS) Sumatra Barat (Sumbar) musim 2026/2027, Sekolah Sepak Bola (SSB) GBM Bungo Pasang Padang menegaskan enggan hanya menjadi pelengkap turnamen. Dengan persiapan matang dan fondasi mental yang kuat, skuad asal Kota Padang ini siap memberikan kejutan serta persaingan sengit di kompetisi sepak bola usia muda paling bergengsi di Indonesia tersebut.
Liga TopSkor sendiri telah lama dikenal sebagai kawah candradimuka bagi bakat-bakat muda tanah air. Memiliki format kompetisi panjang (league system), teratur, dan berjenjang hingga ke tingkat nasional, LTS memberikan iklim pembinaan yang ideal bagi para pesepak bola muda untuk mengasah taktik, mental bertanding, hingga konsistensi. Atmosfer kompetitif inilah yang dinantikan oleh SSB GBM Bungo Pasang.
Pada gelaran LTS Sumbar musim ini, SSB GBM Bungo Pasang mengonfirmasi akan menurunkan skuad terbaiknya pada kelompok umur (KU) 12 tahun. Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata klub dalam membangun pembinaan usia dini yang berkelanjutan dan terstruktur.
Ketua SSB GBM Bungo Pasang, Rico Saputra, mengungkapkan bahwa jajarannya sadar betul akan sengitnya peta persaingan di LTS. Namun, status tim underdog atau pendatang baru tidak lantas menyurutkan ambisi mereka untuk mengukir prestasi.
“Kita akui persaingan di LTS ini sangat berat, namun kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Target kami pada penampilan perdana ini memang bukan langsung menjuarai turnamen, tapi jika ada kesempatan dan peluang, tentu kami akan berusaha maksimal menjadi yang terbaik,” ujar Rico Saputra di Padang, Sabtu (24/10/2026).

Optimisme SSB GBM Bungo Pasang tak lepas dari persiapan panjang yang telah dirancang jajaran tim pelatih. Didampingi oleh Pelatih Kepala Adzan Pratama, Asisten Pelatih Heidi, serta Pelatih Kiper Mendra, para pemain KU-12 telah digembleng baik dari sisi teknis, fisik, maupun pemahaman taktik bertanding.
Bagi manajemen dan tim pelatih GBM Bungo Pasang, keberadaan Liga TopSkor dipandang bukan sekadar ajang berburu trofi, melainkan wadah riil untuk melahirkan pemain masa depan Indonesia. Pembinaan usia muda membutuhkan jam terbang tinggi dalam pertandingan resmi yang berkualitas, dan LTS menyediakan sarana tersebut.
Rico menambahkan bahwa fakta bahwa kekuatan Bungo Pasang belum diperhitungkan oleh lawan-lawan lain justru menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajaran tim.
“Sebagai pendatang baru, tentu peta kekuatan GBM Bungo Pasang belum diperhitungkan oleh tim-tim lain. Tapi momen ini justru kami jadikan motivasi berlipat ganda untuk tampil baik, membuktikan kualitas, dan meraih prestasi setinggi-tingginya demi membawa nama Bungo Pasang,” tegasnya.
Dengan semangat pantang menyerah dan pembinaan berjenjang yang tertata, debut SSB GBM Bungo Pasang di Liga TopSkor Sumbar 2026/2027 patut ditunggu. Akankah sang pendatang baru ini mampu menggebrak panggung sepak bola usia muda Sumatra Barat? Waktu yang akan menjawabnya di lapangan hijau. (**)



Tinggalkan Balasan