PADANG, NUSATIME.ID — Udara Kota Padang, Sumatera Barat, kembali berada pada level berbahaya bagi kesehatan publik pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Pemantauan indeks kualitas udara mencatat angka 178 Air Quality Index (AQI), yang menempatkan wilayah ibu kota provinsi ini dalam kategori “tidak sehat”.
Berdasarkan data real-time platform pemantau kualitas udara IQAir pukul 07.00 WIB, partikel mikroskopis PM2.5 menjadi polutan utama yang mendominasi atmosfer kota. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 94 mikrogram per meter kubik (µg/m³), atau setara 18,8 kali lipat melebihi ambang batas panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi cuaca saat data dihimpun menunjukkan suhu udara Kota Padang berada pada 26 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 84 persen, disertai pergerakan angin lambat berkecepatan 5 kilometer per jam. Kombinasi faktor kelembapan tinggi dan angin tenang ini memicu tertahannya mikropartikel polutan di lapisan udara bawah sehingga gumpalan kabut samar bertahan di permukaan.
Tingginya paparan PM2.5 menjadi perhatian serius pakar kesehatan lingkungan. Dengan ukuran mikro yang mencapai kurang dari 2,5 mikrometer atau sepertiga puluh dari diameter sehelai rambut partikel halus ini mampu menembus sistem pertahanan alami saluran pernapasan manusia. Tanpa penyaringan efektif, partikel dapat terhirup hingga ke alveolus paru-paru dan masuk ke dalam sirkulasi darah, meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk mengenakan masker proteksi tinggi jenis N95 atau KN95, mengingat masker kain atau medis biasa kurang optimal dalam menyaring polutan mikro. Selain itu, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penderita asma, dan wanita hamil diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka serta menutup ventilasi rumah untuk meminimalkan paparan udara kotor.

Meski mengawali hari pada kondisi berisiko, tren kualitas udara diperkirakan akan membaik secara bertahap seiring berjalannya siang. Proyeksi per jam IQAir menunjukkan indikasi penurunan indeks polusi. Pukul 08.00 WIB, AQI diprediksi membaik ke level 171. Pukul 09.00 WIB, AQI diprediksi turun kembali ke angka 163.
Kendati mengalami penurunan angka indeks, status udara diperkirakan masih bertahan pada rentang “tidak sehat”, sehingga kewaspadaan mandiri dan mitigasi dampak kesehatan dari warga tetap diperlukan sepanjang hari. (**)



Tinggalkan Balasan