PADANG, NUSATIME.ID — Dinamika internal dan performa Semen Padang FC terus menjadi sorotan hangat para pencinta sepak bola di Ranah Minang. Tidak hanya diperbincangkan di dunia nyata, gejolak perhatian pendukung tim berjuluk Kabau Sirah ini meluap deras di media sosial.

Terbaru, sorotan publik mengemuka setelah akun Facebook grup @keluarga.semen.padang.fc(KSPFC).1980 membagikan ulang unggahan dari akun @arif munandar syofyan. Unggahan tersebut menampilkan kutipan pernyataan Asisten Manajer Semen Padang FC, Wahyu Hidayat.

“Kehadiran Presiden Klub dan jajaran manajemen saat ini didasari oleh kecintaan sebagai sesama suporter yang tidak ingin melihat Semen Padang FC hancur dan tinggal sejarah.”

Pernyataan yang ditujukan untuk menegaskan komitmen manajemen tersebut justru menuai reaksi beragam hingga dibanjiri ratusan komentar netizen dan suporter. Kolom komentar tidak lagi sekadar menanggapi teks unggahan, melainkan berkembang menjadi ruang kritik terbuka terhadap tata kelola manajemen klub saat ini. 

Berdasarkan pantauan pada tangkapan layar percakapan netizen di grup tersebut, publik sepak bola Sumbar menyuarakan pandangan yang cukup tajam.

Akun Rizel Chaniago menyoroti susunan manajemen tim dengan menulis, “Pemain bagus semua yang salah itu menejemen semenjak di pegang Andre Rosiadae Semen Padang kacau saya berharap dia mundur kasih ke orang yang benar2 paham sepak bola.” 

Akun Zul Udo Chaniago memberikan pandangan konstruktif terkait aspek profesionalisme, “Kalau memang berdasarkan kecintaan terhadap SP FC harusnya mereka memilih orang-orang yang duduk di manajemen punya pengalaman dalam mengelola sebuah tim, tempatkan beberapa official yang pernah terlibat langsung selama ini karena tim butuh pengalamannya menghadapi persepakbolaan nasional yang penuh dinamika ini..” 

Kritik mengenai masuknya latar belakang non-sepak bola juga dilontarkan akun Tria Putra Jumas yang menyebut, “Menagemen di isi orang orang Partai… ndak akan mungkin SP maju doh..” 

Akun Johardi Monardo mempertanyakan respons manajemen terhadap masukan publik dengan menulis, “Kalau cinta sama suporter kenapa di kritik sedikit,langsung baper pak???” 

Sementara itu, akun Masril Adek Candra mempertanyakan kehadiran figur-figur baru di jajaran pengurus, “Kehadiran seorang Andre bisa di terima tapi kehadiran orang yang cari panggung Dan karbitan di Semen Padang FC itu sebagai apa?… Lebih baik dia kembali ke fungsinya dan mengabdi pada daerah pemilihannya.”.

Kendati dihujani kritik, harapan agar tim meraih hasil positif tetap mengalir, seperti disampaikan akun Mas Rizon yang memberi dorongan semangat, “Semangat .bau maju taruih ..siapa yang akan dikasih semangat lagi kalau bukan .awak awk ko.kompak .selalu ..mudahaan menang…” 

Reaksi tajam netizen di media sosial tidak muncul di ruang hampa. Hal ini merupakan cerminan dari situasi krusial yang tengah dihadapi Semen Padang FC dalam mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. 

Sebagai klub kebanggaan masyarakat Sumatra Barat yang memiliki sejarah panjang dan tradisi juara, ekspektasi publik terhadap Semen Padang FC sangat tinggi. Ketika tim menghadapi tekanan hasil pertandingan, masalah konsistensi permainan, hingga kebijakan manajerial yang dinilai kurang tepat, suporter menuntut transparansi serta langkah konkrit yang profesional.

Pernyataan “berdasarkan kecintaan sebagai suporter” dari jajaran manajemen dipandang sebagian pihak belum cukup untuk menjawab tantangan industri sepak bola modern. Sepak bola profesional hari ini membutuhkan kombinasi antara kecintaan terhadap klub, tata kelola finansial yang sehat, kepemimpinan teknis yang berpengalaman, serta strategi manajerial yang matang. 

Gelombang kritik dari Tim Sati di jagat maya ini menjadi sinyal kuat bagi manajemen Semen Padang FC untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik di dalam lapangan maupun pada tatanan manajerial, demi menjaga asa dan marwah sang Kabau Sirah di kancah nasional. (**)