Catatan Kemenangan Bersejarah Abang Naufal di Papan Catur

Oleh : Naufal Andika ( Pelajar Kelas 3 SDIT Nurul Fatimah Cibubur )

Namaku Naufal Andika. Aku pelajar kelas 3 SDIT Nurul Fatimah Cibubur.

Hari ini aku mau menceritakan sebuah peristiwa yang sangat penting, sangat menegangkan, dan mungkin akan selalu aku ingat sepanjang hidupku.

Bukan karena aku juara kelas.

Bukan karena aku menang lomba lari.

Bukan juga karena Papa membelikan aku mainan baru.

Tetapi karena…

AKHIRNYA AKU BERHASIL MENGALAHKAN OPA MARLIS BERMAIN CATUR!

Horeee…!!! 🎉♟️🏆

Percaya atau tidak, selama ini mengalahkan Opa Marlis bermain catur rasanya susah sekali.

Opa itu kalau sudah duduk di depan papan catur, wajahnya langsung serius.

Bidak digeser pelan-pelan.

Kuda melompat.

Benteng maju.

Menteri menyerang.

Tahu-tahu…

Aku kalah!

Begitu terus ceritanya.

Bahkan malam sebelumnya, aku kembali menantang Opa bermain catur. Waktu itu aku sudah sangat percaya diri.

Dalam hati aku berkata,

“Kali ini Opa pasti kalah!”

Ternyata…

Aku yang kalah.

Bukan cuma sekali.

Tapi dua kali!

Skornya 0–2 untuk Opa!

Waduh…!

Tapi aku tidak menyerah.

Aku tidak ngambek.

Aku tidak menyalahkan papan catur.

Aku juga tidak menyembunyikan bidak menteri milik Opa supaya besok bisa menang.

Hehehe… 😄

Aku hanya berkata dalam hati,

“Tunggu saja, Opa! Besok aku akan mencoba lagi!”

Pagi pun tiba.

Entah kenapa, pagi ini aku merasa berbeda.

Aku lebih semangat.

Lebih percaya diri.

Dan yang paling penting…

Aku ingin membuktikan bahwa kekalahan kemarin bukanlah akhir dari segalanya.

Aku kembali menantang Opa.

Papan catur dibuka.

Bidak-bidak disusun.

Aku duduk berhadapan dengan Opa.

Pertandingan dimulai!

Deg-degan juga rasanya.

Apalagi lawanku adalah Opa Marlis yang selama ini belum pernah berhasil aku kalahkan.

Tapi kali ini aku mencoba bermain lebih tenang.

Aku berpikir sebelum menggerakkan bidak.

Aku memperhatikan strategi Opa.

Aku tidak mau terburu-buru.

Pertandingan pertama selesai.

Kemudian pertandingan kedua.

Lalu pertandingan ketiga.

Dan akhirnya…

Aku melihat skor pertandingan.

NAUFAL 2 – 1 OPA MARLIS!

Aku menang!

Aku benar-benar menang!

OPA MARLIS AKHIRNYA TUMBANG!

Horeee…!!! 🎉🎉🎉

Rasanya senang sekali.

Aku bangga.

Aku bahagia.

Dan mungkin Opa sedikit pusing memikirkan bagaimana cucunya yang kemarin kalah 0–2, pagi ini tiba-tiba berhasil menang 2–1.

Hehehe…

Tapi ternyata kebahagiaanku belum selesai.

Melihat aku berhasil mengalahkan Opa, Oma Harmita ikut senang dan bangga.

Oma kemudian memberikan hadiah kepadaku sebesar…

Rp50.000!

Wah, aku tambah senang!

Tapi tiba-tiba Opa Marlis juga memberikan hadiah sebesar…

Rp50.000!

Aku langsung menghitung.

Rp50.000 dari Oma.

Ditambah Rp50.000 dari Opa.

Berarti…

TOTAL HADIAHKU Rp100.000!

Asyiiik…!!! 💰🎉♟️

Menang catur dapat hadiah.

Mengalahkan Opa, malah dikasih uang sama Opa.

Sepertinya aku harus lebih sering menang melawan Opa.

Hehehe…

Tapi dari pertandingan catur ini aku mendapatkan pelajaran yang jauh lebih berharga daripada uang Rp100.000.

Aku belajar bahwa kita tidak boleh mudah menyerah.

Kemarin aku kalah 0–2.

Pagi ini aku menang 2–1.

Kalau kemarin aku menyerah dan tidak mau bermain lagi, mungkin aku tidak akan pernah merasakan kemenangan hari ini.

Sekarang aku semakin percaya bahwa nasihat Opa memang benar.

Kalah bukan berarti gagal.

Kalah berarti kita harus belajar.

Jatuh bukan berarti berhenti.

Jatuh berarti kita harus bangkit dan mencoba lagi.

Hari ini aku memang berhasil mengalahkan Opa Marlis.

Tapi aku tahu…

Pertandingan belum berakhir!

Kabarnya, setelah kalah pagi ini, Opa sudah mulai memikirkan strategi baru untuk pertandingan berikutnya.

Waduh…

Sepertinya besok aku harus latihan lagi.

Karena aku yakin Opa pasti ingin membalas kekalahannya.

Tapi aku juga sudah siap!

Ayo, Opa…

Kita bertanding lagi!

Siapa takut?

Hehehe… 😄♟️🏆

PESAN DARI KEMENANGANKU HARI INI

Jangan pernah takut kalah. Jangan pernah bosan mencoba. Karena orang yang terus berusaha dan tidak mudah menyerah, suatu hari pasti akan merasakan indahnya sebuah kemenangan.

Oleh: Naufal Andika
Pelajar Kelas 3 SDIT Nurul Fatimah Cibubur