- Curah hujan berintensitas tinggi di kawasan hulu Indarung memicu ancaman banjir limpasan pada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama serta potensi tanah longsor di Kota Padang.
- BMKG dan IOF Rescue memperingatkan ancaman banjir kiriman mendadak ke wilayah hilir meski kawasan pesisir belum diguyur hujan, seiring meningkatnya kejenuhan tanah di area lereng bukit.
- Masyarakat di bantaran sungai dan kawasan rawan diimbau meningkatkan kewaspadaan, melakukan mitigasi mandiri, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD Padang.
PADANG, NUSATIME.ID — Curah hujan berintensitas tinggi di kawasan hulu Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, memicu ancaman banjir limpasan dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kota Padang. Warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai serta lereng bukit diminta tidak lengah terhadap potensi kenaikan debit air yang dapat terjadi secara mendadak.
Ancaman bencana hidrometeorologi ini membayangi tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yang melintasi Padang, yakni DAS Aia Dingin, Batang Kuranji, dan Batang Arau. Luapan air dari bagian hulu berpotensi meluas hingga ke wilayah hilir dan pesisir, meliputi Kecamatan Lubuk Begalung, Kuranji, Nanggalo, hingga Bungus Teluk Kabung.
Perwakilan Indonesian Offroad Federation (IOF) Rescue, H. Verry Mulyadi, SH, menegaskan bahwa kondisi tanah di kawasan perbukitan Indarung kian jenuh akibat diguyur hujan terus-menerus. Hal ini meningkatkan risiko longsor bagi pemukiman di sekitar tebing.
“Warga di bantaran sungai dan lereng bukit harus mengenali tanda-tanda alam, seperti perubahan warna air sungai menjadi keruh secara drastis, arus yang tiba-tiba deras, atau munculnya retakan di lereng. Jangan menunggu air meluap baru bersiap. Keselamatan jiwa adalah prioritas,” ujar Verry, Senin (19/10/2026).
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca di wilayah hulu sering kali berbeda dengan kawasan pusat kota atau pesisir. Meski di kawasan pesisir belum turun hujan, aliran air bah dari perbukitan dapat menerjang wilayah hilir tanpa peringatan awal berupa hujan lokal.

Guna mengantisipasi dampak terburuk, warga imbau melakukan langkah mitigasi mandiri, antara lain, menyimpan berkas penting dalam satu wadah yang mudah dievakuasi.
Menentukan titik kumpul aman dan memahami rute penyelamatan terdekat. Tidak menyeberangi genangan air dengan kedalaman tak terukur serta menjauhi bantaran sungai saat arus deras.
Tidak menyebarkan isu atau rumor bencana yang belum terverifikasi dari sumber resmi.
Masyarakat diimbau terus memantau pembaruan cuaca dan peringatan dini secara berkala melalui kanal resmi BMKG serta arahan dari BPBD Kota Padang dan petugas di lapangan. (*)



Tinggalkan Balasan