Oleh: Drs. H. Marlis, MM, C.Med ( CEO ALINIA GROUP )
PADANG, NUSATIME.ID, 28 Oktober 2026 – Sejak kecil kita diajarkan pepatah, “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Nasihat ini mengajarkan kerja keras, kesabaran, dan kesediaan menunda kesenangan demi masa depan.
Namun, apakah perjuangan harus selalu terasa menyiksa? Apakah kita baru boleh bahagia setelah usaha berkembang, uang berlimpah, dan semua impian tercapai?
Mari melihatnya dari sudut pandang lain: “Bersenang-senang dahulu, bersenang-senang kemudian.”
Maksudnya adalah memulai perjuangan dengan hati senang, menikmati proses dengan penuh kesungguhan, lalu mensyukuri hasilnya. Kita bisa tetap bekerja keras sambil menikmati pekerjaan. Kita bisa mengejar cita-cita tanpa harus menunda seluruh kebahagiaan.

Kebahagiaan dapat menjadi bekal perjalanan, sekaligus bagian dari tujuan.
Dalam kajian psikologi kognitif yang berkaitan dengan neurosains, emosi positif dalam kondisi tertentu dapat membantu keluwesan berpikir. Kita lebih mudah berganti sudut pandang dan mencoba pendekatan lain. Namun, pengaruhnya bergantung pada situasi; fokus dan disiplin tetap diperlukan.
Gagasan ini juga sering dikaitkan dengan Law of Attraction atau Hukum Tarik-Menarik, sebuah konsep populer dalam pengembangan diri. Intinya, apa yang terus kita pikirkan, rasakan, dan yakini dipercaya akan menarik pengalaman yang selaras ke dalam kehidupan.
Sebagai motivasi, konsep tersebut mengajak kita memelihara harapan, membayangkan tujuan, dan mensyukuri kehidupan. Namun, perlu dibedakan: klaim bahwa pikiran memancarkan energi yang secara langsung menarik kekayaan atau kejadian tertentu bukanlah hukum ilmiah yang telah dibuktikan oleh neurosains.
Makna praktis yang dapat kita ambil adalah arah pikiran membantu mengarahkan perhatian dan tindakan. Ketika tujuan jelas, kita punya pegangan untuk menentukan apa yang perlu dipelajari, siapa yang perlu diajak bekerja sama, dan langkah apa yang perlu dikerjakan.
Orang yang ingin mengembangkan usaha, misalnya, dapat membayangkan usahanya tumbuh dan pelanggannya puas. Setelah itu, ia perlu menerjemahkan bayangan tersebut menjadi tindakan: meningkatkan mutu produk, memperbaiki pelayanan, mencatat keuangan, serta membangun kepercayaan.
Visualisasi memberi arah. Tindakan membawa kita melangkah. Evaluasi membantu kita memperbaiki jalan.
Karena itu, ucapan “Saya pasti sukses” akan lebih bermakna ketika dilanjutkan dengan pertanyaan, “Apa yang saya kerjakan hari ini untuk memperbesar peluang keberhasilan?”
Di sinilah hubungan antara berpikir positif dan bersenang-senang dahulu. Kita belajar menyukai prosesnya. Ada kesenangan ketika memahami hal baru, menyelesaikan pekerjaan, memperoleh pelanggan pertama, atau berhasil memperbaiki kesalahan.
Seorang pengusaha yang dagangannya sepi tentu boleh kecewa. Namun, ia dapat berkata kepada dirinya, “Keadaan ini memang sulit. Saya akan mencari penyebabnya dan mencoba perbaikan.” Harapan seperti ini memberi ruang bagi tindakan yang nyata.
Sikap positif juga tidak berarti harus selalu tersenyum. Kita boleh lelah, sedih, bahkan takut. Kesulitan tidak otomatis terjadi karena pikiran kita negatif. Ada keadaan pasar, keterbatasan modal, dan banyak faktor di luar kendali kita.
Yang dapat kita latih adalah cara meresponsnya: menerima kenyataan, menjaga harapan, dan mengambil langkah yang masih mungkin dilakukan.
Mulailah dari kebiasaan sederhana. Setiap pagi, syukuri satu hal yang dimiliki. Bayangkan tujuan beserta proses mencapainya. Tentukan satu langkah kecil yang bisa diselesaikan hari itu. Pada malam hari, hargai kemajuannya dan pelajari kekurangannya.
Jangan terus berkata, “Saya akan bahagia kalau sudah berhasil.” Temukan pula kebahagiaan saat belajar, berusaha, dan memberi manfaat. Dengan demikian, perjalanan menuju keberhasilan pun memiliki nilai.
Bersenang-senang dahulu berarti menikmati ikhtiar dengan rasa syukur. Bersenang-senang kemudian berarti menikmati hasil dan membagikan manfaatnya.
Pelihara pikiran yang positif, kuatkan dengan doa, dan buktikan melalui tindakan. Sebab, masa depan yang kita harapkan perlu diperjuangkan dengan langkah nyata hari ini.



Tinggalkan Balasan