PASAMAN, NUSATIME.ID — Wilayah Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik secara berturut-turut dalam dua hari terakhir, yakni pada Rabu (28/10/2026) dan Kamis (29/10/2026). Meskipun berkekuatan magnitudo rendah, aktivitas seismik di jalur sesar darat ini menambah catatan dinamika kegempaan di kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), getaran pertama melanda wilayah Kabupaten Pasaman pada Rabu (28/10) dini hari pukul 01.19 WIB. Gempa tersebut bermagnitudo 2,7 dengan episenter terletak pada koordinat 0,01° LU dan 100,13° BT—tepatnya berada di darat sekitar 15 kilometer arah selatan Pasaman—pada kedalaman yang sangat dangkal (sangat dangkal/permukaan).

Hanya berselang 24 jam, aktivitas kegempaan serupa kembali terdeteksi di Kabupaten Pasaman Barat pada Kamis (29/10) pukul 01.18 WIB. Gempa susulan dengan magnitudo 1,6 ini berpusat di koordinat 0,09° LU dan 100,00° BT, berjarak sekitar 19 kilometer arah timur Pasaman Barat dengan kedalaman hiposenter 15 kilometer.

Pihak BMKG mengonfirmasi bahwa pengeluaran informasi awal ini mengedepankan kecepatan penyampaian (real-time warning) guna kewaspadaan publik. Oleh sebab itu, hasil pengolahan data seismik awal tersebut masih dinamis dan berpotensi mengalami penyesuaian seiring masuknya kelengkapan rekaman sensor kegempaan.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum merilis laporan resmi mengenai presisi dampak kerusakan maupun intensitas getaran (MMI) yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Warga diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memantau kanal informasi resmi BMKG. (*)