Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan aset negara oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) senilai puluhan triliun rupiah serta jutaan hektare kawasan hutan hasil sitaan. Uang sitaan tersebut sempat dipamerkan di hadapan Presiden dan disusun hingga menyerupai “gunungan” uang tunai setinggi dua meter.

Berikut 4 Momen Gunungan Duit Triliunan Hasil Rampasan yang Bikin Prabowo Senang

1.⁠ ⁠Oktober 2025

Pertama kali tumpukan duit dipamerkan Kejagung saat penyerahan uang pengganti kerugian negara dari kasus korupsi ekspor olahan kelapa sawit CPO dan turunannya pada 20 Oktober 2025. Totalnya mencapai Rp 13,2 triliun.

“Ingat, kalau kita lihat ini, ini sama dengan ini sama dengan 8.000 sekolah kita perbaiki, 5 juta nelayan bisa hidup, 5 juta, dengan uang yang ada di sini,” kata Prabowo.

Acara ini berlangsung di Kejaksaan Agung, pada 20 Oktober 2025. Uang kerugian dari kasus korupsi yang diterima negara mencapai Rp 13.255.244.538.149. Namun total kerugian negara mencapai Rp 17.708.848.926.661.

Uang Rp 13,2 triliun itu disita dari 3 perusahaan sekaligus, Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group. Rinciannya untuk Wilmar Group mengembalikan kerugian negara Rp 11,88 triliun. Kemudian Musim Mas Group senilai Rp 1,18 triliun dan Permata Hijau Group senilai Rp 186,43 miliar.

2. Desember 2025
Prabowo juga pernah menghadiri penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara dari penyalahgunaan kawasan hutan senilai Rp 6,6 triliun di Kejagung pada 24 Desember.

Prabowo menyebut uang denda dan perampasan itu dihasilkan dari 20 perusahaan yang ingkar dari kewajibannya. Dia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main menindak para pihak yang melanggar aturan.

“20 perusahaan ingkar tidak mau memenuhi kewajiban mereka, yang bisa menyelamatkan hidupnya 100 ribu saudara-saudara kita, dan ini baru ujungnya,” ucapnya.

3. April 2026
Prabowo kembali hadir dalam acara penyerahan uang rampasan pada 10 April 2026. Kali ini Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Hasil Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap VI senilai Rp 11,4 triliun di kompleks Kejagung, Jakarta.

Prabowo mengaku bahagia karena pemerintahannya berhasil menyelamatkan uang negara dengan total Rp 31,3 triliun. Prabowo mengatakan uang ini berhasil diselamatkan di kepemimpinannya yang baru 1,5 tahun ini.

“Kita hari ini hadir dalam acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan, dan aset negara serta penagihan denda administratif tahun 2026 sebesar Rp 11.420.104.815.858, saudara-saudara sekalian, ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, bahwa hal ini terjadi berkali-kali di dalam pemerintahan yang saya pimpin baru 1,5 tahun ini,” ujar Prabowo.

4. Mei 2026
Prabowo menghadiri penyerahan uang hasil rampasan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejagung. Total uang yang diserahkan pada tahan keempat ini sebesar Rp 10.270.051.886.464.

Triliunan uang sitaan itu ditempatkan dalam plastik bening berisi pecahan Rp 100 ribu. Adapun dari total tersebut berasal dari denda administrasi senilai Rp 3.423.742.672.359 dan Hasil Satgas PKH untuk Pajak PBB- Non PBB senilai Rp 6.846.309.214.105.

Dia senang dengan acara seperti ini. Dia pun mendapat bisikan soal penyerahan uang rampasan selanjutnya. Dia menduga para koruptor itu sudah kabur.

“Saya dapat bisikan bulan depan akan ada penyerahan Rp 11 triliun katanya, dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp 39 triliun uang uang yang tidak jelas, para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal dan uangnya ketinggalan di rekening rekening nggak jelas,” kata Prabowo. (**)