- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memperingatkan bahwa peningkatan kasus bunuh diri dan gangguan kesehatan mental pada generasi muda merupakan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia serta pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong penguatan sinergi dengan PDSKJI Cabang Sumbar untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan jiwa berkualitas hingga ke pelosok nagari demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumbar dan Pengurus Pusat PDSKJI berkomitmen meningkatkan kolaborasi lintas sektor guna mengatasi kompleksitas tantangan kesehatan mental serta siap mendukung penyelenggaraan berbagai agenda nasional di Sumatera Barat.
PADANG –Meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan mental pada anak dan remaja, hingga berbagai persoalan sosial dinilai menjadi ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia sebagai garda terdepan untuk terus memperkuat jaringan hingga ke darah.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).
Katanya, persoalan kesehatan mental harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap organisasi profesi kesehatan karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi agar layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar. Menurutnya, berbagai kegiatan pengabdian yang dilakukan para dokter hingga ke pelosok nagari telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran para dokter yang tidak hanya bertugas di perkotaan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di desa dan nagari. Semangat pengabdian seperti ini perlu terus diperkuat, termasuk oleh PDSKJI melalui layanan kesehatan jiwa yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Gubernur juga mengajak PDSKJI Sumbar berperan aktif membawa agenda-agenda nasional ke Ranah Minang. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Kalau kegiatan nasional dokter spesialis dilaksanakan di Sumbar, manfaatnya bukan hanya untuk dunia kesehatan, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner hingga UMKM. Kami berharap PDSKJI dapat mempertimbangkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah agenda nasional,” ucapnya.
Mahyeldi menilai tema pelantikan yang mengangkat isu kesehatan mental generasi muda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia mengaku prihatin terhadap meningkatnya berbagai persoalan kesehatan mental yang mulai muncul pada usia anak dan remaja.
“Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia sekolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus seperti itu mulai bermunculan. Belum lagi gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku. Ini menjadi alarm bagi kita semua dan harus ditangani bersama agar tidak mengancam terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. dr. Roni Eka Sahputra, mengatakan pelantikan PDSKJI menjadi bagian dari penguatan koordinasi organisasi profesi di bawah naungan IDI dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin kompleks, mulai dari meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan kejiwaan, kekerasan terhadap anak, hingga berbagai persoalan sosial lainnya yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Kita ingin seluruh perhimpunan bergerak dalam satu koordinasi, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. PDSKJI selama ini juga selalu berada di garis depan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, F.S., Sp.K.J., Subsp. MEL(K), menyampaikan apresiasi atas kembali terpilihnya dr. Rini Gusya Liza memimpin PDSKJI Sumbar.
Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan sebelumnya sekaligus momentum untuk mengakselerasi berbagai program yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
“Tantangan kesehatan jiwa semakin besar, baik karena persoalan sosial, perkembangan digital, maupun tekanan ekonomi. Pengurus Pusat PDSKJI siap mendukung berbagai program PDSKJI Sumatera Barat, termasuk memperkuat pendampingan bagi daerah-daerah yang masih menghadapi dampak pascabencana,” katanya. (adpsb/cen/bud)



Tinggalkan Balasan