Petualangan Naufal Menantang Sang Raja Catur Keluarga
Oleh : Naufal Andika ( Pelajar kelas 3 SDIT Nurul Fatimah Cibubur )
Kota Wisata, 6 Juli 2026 – Malam ini rumah kami terasa lebih ramai dan menyenangkan.
Setelah pulang dari liburan keluarga di Anyer, saya mendapat kebahagiaan tambahan karena Opa Marlis dan Oma Harmita sudah datang jauh-jauh dari Padang.
Wah, senangnya bukan main!

Rasa capek setelah perjalanan dari Anyer langsung hilang. Apalagi ketika mata saya melihat sebuah benda yang sudah sangat saya kenal.
Papan catur!
Hmmm…
Sepertinya malam ini akan ada pertandingan besar!
Seperti biasanya, setiap Opa dan Oma datang, saya pasti menantang mereka bermain catur.
Dan orang pertama yang menjadi lawan saya adalah…
OMA!
“Yuk, Oma, kita main catur!”
Oma pun menerima tantangan saya.
Pertandingan dimulai.
Saya mengatur strategi.
Kuda melompat!
Benteng maju!
Menteri menyerang!
Dan akhirnya…
SKAKMAT!
Saya menang!
Pertandingan kedua dimulai.
Kali ini saya semakin percaya diri.
Serangan demi serangan saya lancarkan.
Dan tidak lama kemudian…
SKAKMAT LAGI!
Horeeee…!!!
NAUFAL MENANG 2–0!
Wah, malam ini Oma benar-benar tumbang tanpa perlawanan berarti.
Hehehe…
Saya mulai tersenyum bangga.
Tetapi kemenangan melawan Oma membuat keberanian saya semakin besar.
Perlahan-lahan saya menoleh ke arah seseorang.
Seseorang yang selama ini sangat sulit saya kalahkan.
Lawan terberat saya.
Sang juara bertahan.
Siapa lagi kalau bukan…
OPA!
Selama bermain catur melawan Opa, saya baru satu kali berhasil menang.
SATU KALI!
Karena itu, malam ini saya sudah punya tekad yang sangat kuat.
Saya berkata dalam hati:
“Pokoknya malam ini Opa harus tumbang!”
Opa tersenyum santai.
Pertandingan pun dimulai.
Saya duduk dengan serius.
Opa juga mulai menyusun strategi.
Saya menyerang.
Opa bertahan.
Kuda saya melompat.
Benteng Opa bergerak.
Menteri saya maju.
Opa malah tersenyum.
Lho…
Kok Opa masih bisa tersenyum?
Saya mulai curiga.
Lima menit berlalu.
Sepuluh menit berlalu.
Dan…
Aduh!
Kok bidak catur saya mulai hilang satu per satu?
Satu pion hilang.
Kuda hilang.
Benteng terancam.
Menteri mulai panik.
Dan akhirnya…
SKAKMAT!
Yahhhh…!!!
Saya kalah.
Tetapi saya belum menyerah.
“Tenang, Naufal. Masih ada pertandingan kedua!” kata saya dalam hati.
Pertandingan kedua pun dimulai.
Kali ini saya harus lebih hati-hati.
Saya berpikir lebih keras.
Saya mencoba strategi baru.
Saya menyerang dari kanan.
Opa menghadang.
Saya menyerang dari kiri.
Opa menghadang lagi.
Saya mencoba menjebak Opa.
Eh…
Malah saya yang masuk perangkap!
Dan akhirnya…
SKAKMAT LAGI!
Waduhhhh…!!!
OPA MENANG 2–0!
Malam ini saya harus mengakui kehebatan Opa.
Saya berhasil mengalahkan Oma dengan skor 2–0.
Tetapi ketika melawan Opa…
Eh, malah saya yang kalah dengan skor 0–2!
Hahaha…
Memang sulit sekali mengalahkan Opa.
Tetapi saya tidak akan menyerah!
Kekalahan malam ini justru membuat saya semakin penasaran.
Saya harus belajar.
Saya harus berlatih.
Saya harus menyiapkan strategi baru.
Karena saya yakin, kalau terus belajar dan tidak mudah menyerah, suatu hari nanti saya pasti bisa mengalahkan Opa.
Mungkin besok.
Mungkin lusa.
Mungkin minggu depan.
Yang jelas…
OPA, TUNGGU SAJA!
Saya akan datang dengan strategi baru.
Saya akan bermain lebih hati-hati.
Dan suatu hari nanti, saya pasti akan berteriak…
“SKAKMAT, OPA…!!!”
Hahahaha…
KOMENTAR OMA
Oma hanya tersenyum setelah kalah 0–2.
“Tidak apa-apa Oma kalah. Yang penting cucu Oma semakin pintar bermain catur. Tapi jangan senang dulu, besok Oma latihan dan kita tanding lagi!”
Waduh…
Ternyata Oma juga ingin balas kekalahannya !
KOMENTAR OPA
Sementara itu, Opa yang berhasil menang 2–0 hanya tertawa sambil berkata:
“Naufal sudah semakin hebat bermain catur. Opa yakin, suatu hari nanti Naufal pasti bisa mengalahkan Opa. Tetapi ingat, seorang juara bukanlah orang yang tidak pernah kalah. Seorang juara adalah orang yang setiap kali kalah, mau belajar, berlatih, dan berani mencoba lagi.”
Wah…
Nasihat Opa membuat saya semakin semangat.
Jadi, pertandingan malam ini belum berakhir.
Besok atau lusa…
PERTANDINGAN AKAN DILANJUTKAN!
Siap-siap ya, Oma!
Dan khusus untuk Opa…
AWAS SAJA!
NAUFAL AKAN KEMBALI!
Oleh: Naufal Andika
Pelajar Kelas 3 SDIT Nurul Fatimah Cibubur



Tinggalkan Balasan