JAKARTA – Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan duel dua raksasa sepak bola dunia, Argentina dan Spanyol. Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion New York New Jersey, Minggu (19/7), juga menyajikan kisah yang begitu emosional sekaligus bersejarah: Lionel Messi akan berhadapan dengan Lamine Yamal, bayi yang pernah ia gendong hampir dua dekade silam.

Laga ini menjadi pertemuan pertama Argentina dan Spanyol di final Piala Dunia. Menariknya, Tim Tango datang dengan modal sejarah yang berpihak kepada mereka.

Satu-satunya pertemuan kedua tim di ajang Piala Dunia terjadi pada 13 Juli 1966 di Stadion Villa Park, Birmingham, Inggris, dalam laga Grup B. Saat itu, Argentina menang 2-1 berkat dua gol Luis Artem pada menit ke-65 dan 79, sementara gol Spanyol dicetak José Martínez “Perry” pada menit ke-67.

Kemenangan tersebut mengantar Argentina melaju ke perempat final sebagai runner-up grup di bawah Jerman Barat. Sebaliknya, Spanyol harus tersingkir sejak fase penyisihan. Perjalanan Argentina sendiri terhenti di perempat final setelah kalah 0-1 dari Inggris, yang kemudian keluar sebagai juara dunia.

Enam puluh tahun berselang, kedua negara kembali dipertemukan di panggung terbesar sepak bola dunia. Argentina memastikan tiket final usai menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal, sedangkan Spanyol mengalahkan Prancis 2-0.

Namun, yang paling menyita perhatian publik bukan sekadar duel dua negara, melainkan kisah yang menghubungkan Lionel Messi dan Lamine Yamal.

Semuanya bermula pada 2007 dalam sebuah sesi pemotretan amal untuk UNICEF di ruang ganti Camp Nou. Saat itu Messi yang masih berusia 20 tahun diminta berfoto bersama seorang bayi berusia sekitar enam bulan.

Bayi tersebut adalah Lamine Yamal.

Keluarga Yamal terpilih melalui undian untuk mengikuti sesi pemotretan kalender amal yang rutin diselenggarakan harian olahraga Sport menjelang Natal. Dalam salah satu sesi, Messi tampak menggendong sekaligus memandikan bayi tersebut.

Foto itu kemudian tersimpan selama hampir 17 tahun tanpa banyak diketahui publik.

Barulah pada 2024, foto tersebut kembali mencuat dan viral. Dunia sepak bola pun dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa bayi yang pernah berada dalam pelukan Messi kini telah tumbuh menjadi salah satu talenta terbaik Barcelona sekaligus andalan Timnas Spanyol.

Perjalanan Yamal pun berkembang begitu cepat. Pada usia 17 tahun satu hari, ia membantu Spanyol menjuarai Euro 2024 sekaligus dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen.

Di Piala Dunia 2026, Yamal menjalani debut pada usia 18 tahun dan kemudian mencetak gol pertamanya, menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah turnamen tersebut.

Di luar lapangan, hubungan simbolis keduanya juga terus berlanjut. Messi dan Yamal kini sama-sama menjadi wajah kampanye sepatu legendaris Adidas F50. Yamal bahkan menjadi pemain pertama selain Messi yang dipercaya membawa warisan lini produk tersebut.

Keduanya juga memiliki sejumlah kemiripan dalam gaya bermain. Sama-sama mengandalkan kaki kiri, beroperasi dari sisi kanan lapangan, memiliki kemampuan dribel yang lincah, kontrol bola rapat, serta mampu menciptakan peluang dari ruang sempit.

Puncak dari kisah tersebut kini hadir di final Piala Dunia 2026. Setelah Spanyol menyingkirkan Prancis 2-0 dan Argentina mengalahkan Inggris 2-1 melalui gol sundulan Lautaro Martinez yang lahir dari umpan Lionel Messi, keduanya dipastikan akan saling berhadapan dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia.

Kisah luar biasa itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook Lusia Purple dan kemudian menjadi perbincangan luas.

Foto lawas tersebut kembali viral setelah ayah Lamine Yamal mengunggahnya ke media sosial seusai Spanyol memastikan tempat di final dan Argentina menyusul beberapa jam kemudian.

Fotografer Joan Monfort yang mengabadikan momen tersebut mengungkapkan bahwa sesi pemotretan berlangsung di ruang ganti Camp Nou dan melibatkan sejumlah pemain utama Barcelona bersama keluarga-keluarga yang berpartisipasi secara sukarela.

Menurut Monfort, banyak orang kini menilai foto itu seolah memperlihatkan Messi sedang “memberikan berkah” kepada Yamal. Namun, ia memiliki pandangan berbeda mengenai momen tersebut.

“Leo sangat perhatian kepada kami, juga kepada Lamine dan ibunya,” ujar Monfort kepada ESPN.

Ia mengaku bahkan sempat melupakan pemotretan tersebut selama bertahun-tahun.

“Sampai ada yang menghubungi saya soal foto itu, saya benar-benar tidak mengingatnya secara spesifik. Setelah itu kami baru menyadari betapa istimewanya momen tersebut,” katanya.

Kini, 19 tahun setelah momen sederhana itu diabadikan, Messi dan Yamal akan berdiri di sisi yang berseberangan pada laga final Piala Dunia 2026.

Satu adalah legenda yang telah menorehkan hampir seluruh pencapaian tertinggi dalam sepak bola. Yang lain merupakan bintang muda yang digadang-gadang menjadi wajah baru generasi berikutnya.

Final Argentina melawan Spanyol pun bukan sekadar perebutan trofi juara dunia, tetapi juga menjadi panggung pertemuan dua generasi yang pernah dipersatukan dalam satu bingkai foto, sebelum akhirnya dipertemukan kembali oleh sejarah di panggung terbesar sepak bola dunia. (fix)