Padang-Program seragam gratis dari Pemerintah Kota Padang memicu keluhan dari pedagang di Pasar Raya Padang. Pedagang mengalami penurunan omzet drastis. Padahal, pada tahun ajaran baru ini, omzet pedagang lokal sangat bergantung pada penjualan seragam sekolah.
Keluhan para pedagang ini bertambah parah dengan tidak diikut sertakannya mereka dalam pengadaan baju, di mana pengadaan baju ini dilakukan vendor luar Kota Padang.
“Pedagang yang telanjur menyetok barang dengan modal besar (bahkan hasil utang) untuk menyambut tahun ajaran baru. Kini mereka pusing bayar,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Seragam, Jasman.
Apalagi, katanya, proyek ini justru dimenangkan oleh penyedia dari luar daerah, bukan UMKM lokal. Ia, a menilai pelaksanaan program tidak sesuai dengan janji pemerintah yang sebelumnya akan memberdayakan UMKM Kota Padang.
“Kami sebenarnya mendukung program bantuan bagi masyarakat. Namun, kami sangat kecewa. Yang disampaikan Pak Wali maupun Pak Kadis, program ini akan memberdayakan UMKM Kota Padang. Tapi pada akhirnya yang menang justru pengusaha dari luar daerah,” katanya.

Menurut Jasman, keputusan tersebut membuat pedagang lokal kehilangan peluang usaha karena penyedia dari luar daerah diperkirakan akan menggunakan jaringan usahanya sendiri dalam memenuhi kebutuhan pengadaan seragam.
Ia menyebut dampaknya sudah dirasakan sejak program diumumkan. Penjualan seragam sekolah di Pasar Raya Padang, yang biasanya ramai menjelang tahun ajaran baru, kini nyaris tidak bergerak karena banyak orang tua memilih menunggu pembagian seragam gratis.
“Pasar belum bergerak sama sekali. Bagaimana kami membayar pemasok, sewa toko, dan biaya operasional, sementara penghasilan kami hanya mengandalkan musim masuk sekolah,” ujarnya.(**)



Tinggalkan Balasan