Oleh: Faisal Budiman
Wartawan Utama dan Pemegang Number One Press Card
Jual-beli lisensi klub telah menjadi sebuah hal lumrah di Liga Indonesia. Kondisi ini hampir terjadi di setiap musimnya.
Statuta PSSI tidak melarang klub dijual secara terus-menerus, sampai berpindah markas. Celah ini membuat banyak pihak terlibat dalam transaksi praktis di Liga Indonesia.
Jual-beli lisensi klub biasanya bertujuan mencari kesempatan berlaga di Liga Indonesia tanpa harus merangkak dari kasta paling bawah. Dulu, divisi ini bernama Liga Nusantara, yang sekarang berganti menjadi Liga 3 sejak 2024 lalu.
Tahu Mitra Kukar, kontenstan Liga 2 musim depan? Dulunya bernama Niac Mitra yang kemudian dijual ke Palangkaraya dan Mitra Kalteng Putra (MKP) dipakai sebagai identitas sebelum kembali berganti kepemilikan menjadi Mitra Kukar.

Teraktual, setelah diserang badai krisis finansial, Perseru Serui menyerah. Tim asal Kabupaten Yapen, Papua tersebut diakuisisi oleh Badak Lampung FC.
Sekarang kita coba ke klub kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC. Tim yang kini bermarkas di Bekasi, karena home base lama, Stadion Agus Salim sedang direkonstruksi ulang ini, telah merombak manajemen.
Namun perombakan manajemen kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada edisi sebelumnya atau sejak klub berjuluk Kabau Sirah ini berdiri, untuk manajemen, terutama manajemen inti, mulai dari CEO (Dulu Ketua Umum) COO (Dulu Wakil Ketua Umum) dan manajer tim, selalu ditempati oleh karyawan PT Semen Padang (PTSP). Mulai dari, Hamdan Anwar, Toto Sudibyo, Asdian, Daconi, Erizal Anwar, Rinold Thamrin, Hasfi Rafiq, Win Bernadino dan Hermawanov, di mana, nama-nama ini adalah karyawan PT Semen Padang.
Namun, untuk kompetisi tahun ini, dari data terbaru PT LIB, di komposisi manajemen utama, Semen Padang FC, tidak ada lagi ada nama karyawan PT Semen Padang, di mana untuk CEO diduduki Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade atau putra dari Presiden Klub, Andre Rosiade. Sedangkan untuk posisi COO diduduki kader sang presiden klub, Braditi Moulevey.
Dengan komposisi dari manajemen baru Semen Padang FC ini, timbul bermacam pertanyaan dari pencinta Kabau Sirah termasuk mantan-mantan pemain. Kenapa tidak ada lagi orang-orang PT Semen Padang di PT Kabau Sirah. Apa, Semen Padang FC ini sudah dibeli oleh manajemen baru. Mungkin pertanyaan itu, hanya bisa dijawab pemegang saham.
Lalu, apakah pemegang saham yang menaungi Semen Padang FC ini masih PT Semen Padang bersama dua anak Perusahan yakni PT Pasoka dan Radio Classy. Sampai sekarang pertanyaan ini belum bisa terjawab, karena semua pemegang kendali tidak ada yang memberi komentar.
Tapi dengan melihat komposisi manajemen baru Semen Padang FC saat ini, mungkin pemegang saham lama sudah menjual dan dibeli oleh manajemen baru. Soalnya, dalam aturan perusahaan, pengurus utama seperti Presiden Klub, CEO, dan Direktur Olahraga, diangkat oleh pemilik klub atau dewan direksi (board of directors) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Mungkin karena PT Semen Padang tidak lagi pemegang saham, maka karyawan PT Semen Padang yang selama ini dipercaya mengurus Semen Padang FC tidak lagi dilibatkan dalam manajemen utama. Tapi jawaban yang pasti tentu ada dari pemagang kekuasaan di Semen Padang FC.
Sebagai pencinta sepakbola dan Semen Padang FC kita cuma berharap, tim yang awalnya didirikan untuk hiburan masyarakat Ranah Minang ini jangan sampai dijual ke pihak luar. Salam sepakbola, salam Semen Padang FC. (**)



Tinggalkan Balasan