Rangkuman Utama
  • Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa percepatan pembangunan IKN tetap mengutamakan aspek kualitas, estetika, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
  • Progres pembangunan fisik melalui APBN menunjukkan kemajuan signifikan, di antaranya Kementerian PU telah menyelesaikan 78 paket pekerjaan, Kementerian Perumahan merampungkan 11 paket, serta Otorita IKN tengah mengelola 40 paket proyek infrastruktur dasar.
  • Pembangunan dari sektor non-APBN terus berkembang melalui kemitraan dengan 67 pelaku usaha swasta yang telah menandatangani kerja sama, serta pelaksanaan 13 proyek dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut percepatan pembangunan IKN, ibu kota baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, tetap menjaga estetika dan kualitas.

“Percepatan pembangunan tetap menjaga estetika dan kualitas hasil pembangunan,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Kamis, 16 Juli.

“Juga tetap mengedepankan keselamatan kerja, sehingga percepatan pembangunan tetap aman dan nyaman,” tambahnya.

Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan dengan memantau kemajuan pembangunan melalui forum monitoring dan evaluasi.

Kemudian juga memperkuat koordinasi, jelas dia, serta penyelarasan pelaksanaan pembangunan yang dibiayai melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN), investasi swasta, maupun skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik, dengan rincian sembilan paket telah selesai pada 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang.

Paket dalam tahap konstruksi meliputi pembangunan gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, jelas dia, serta jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari sistem pengelolaan air minum dan penyediaan layanan dasar perkotaan di IKN.

Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, dengan capaian 78 paket telah selesai dan 12 paket proses konstruksi, serta proyek strategis yang tengah berjalan, antara lain pembangunan jalan tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang bentang pendek, dan sejumlah jalan pendukung lainnya.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan, di antaranya 11 paket telah selesai dan satu paket tahap konstruksi, yaitu pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi guna mendukung penataan kawasan pembangunan IKN.

Skema investasi swasta hingga saat ini 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS), kata dia, dari jumlah itu sembilan proyek telah selesai dibangun, dan enam proyek memasuki tahap konstruksi.

Enam proyek tersebut Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri tujuh sektor hunian, enam sektor jalan, serta pembangunan 108 unit rumah tapak diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun diprakarsai PT Nindya Karya, demikian Basuki Hadimuljono. (**)