PADANG, NUSATIME.ID — Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi tegas terkait dinamika organisasi yang belakangan berseliweran. Ketua Pengprov MI Sumbar, Arif Rahman Nasir, menegaskan bahwa tidak ada dualisme dalam tubuh Muaythai Indonesia.
“Satu-satunya organisasi resmi yang membidangi olahraga prestasi Muaythai di tanah air yang sah dan legal adalah Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) di bawah kepemimpinan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti,” kata Arif, Kamis (10/9/2026) malam.
Arif menjelaskan bahwa legalitas tersebut diperkuat dengan terbitnya SK 61 dan SK 93 tentang Penyempurnaan SK 61 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Purn. Letjen Marciano Norman.
“Langkah tegak lurus organisasi ini juga mendapat dukungan dari Ketua KONI Padang, Erianto. Kepemimpinan Erianto dinilai cakap dan terbukti piawai dalam mengarahkan organisasi KONI Padang untuk selalu selaras dengan KONI Provinsi Sumbar hingga KONI Pusat,” katanya.
Menjawab isu pemecatan dan klaim dari pihak tertentu, Arif Rahman Nasir membeberkan kronologi dinamika organisasi yang bermula pada Maret 2026.

“Saat itu, timbul Mosi Tidak Percaya yang dilayangkan sejumlah Pengprov kepada PB MI dengan tuduhan bahwa Ketua Umum tidak menjalankan program kerja. Namun, berdasarkan rapat inti pengurus PBMI dan verifikasi faktual, tuduhan tersebut terbukti tidak berdasar dan merupakan bentuk fitnah,” terangnya.
PB MI tercatat aktif menjalankan berbagai agenda resmi, mulai dari Rakernas, Pelatihan Wasit dan Pelatih, Kejurnas, persiapan PON Aceh-Sumut, hingga Pemusatan Latihan dan Pengiriman Atlet SEA Games.
“Atas pelanggaran tersebut, PB MI berkonsultasi dengan KONI Pusat dan menjatuhkan sanksi pemecatan kepada Pengprov pengirim mosi (termasuk pengurus lama Sumbar) sesuai AD/ART 2015, serta menunjuk Pelaksana Tugas (Plt),” terangnya lagi.
Selanjutnya pada 10 April 2026, PB MI menggelar Rakernas yang dibuka oleh Menpora RI serta dihadiri Ketum KONI Pusat dan Ketum KOI.
“Rakernas disepakati berlanjut ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dengan agenda tunggal perubahan AD/ART 2015 menjadi AD/ART 2026, sekaligus menggelar Munas yang secara aklamasi memilih kembali AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sebagai Ketua Umum PB MI masa bakti 2026-2030,” jelasnya.
Melalui kepengurusan dan aturan baru tersebut, Arif Rahman Nasir secara sah terpilih sebagai Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Sumbar dalam Musprovlub pada 1 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
Konsolidasi juga berlanjut ke tingkat daerah. Di Kota Padang, Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Muaythai Padang yang sah secara legalitas adalah Nisfan Jumadil (Aciak), yang terpilih melalui Muskotlub Dhamar Shaker pada 8 Agustus 2026.
Dukungan tersebut datang dari 7 camp/klub yang terverifikasi, Ruh Petarung Management, Gajah Muaythai Camp, Arjuna Fighter Camp, Sanaka Nakmuay Team, Naga Fighther Academy, DTN 439 CAMP, Suhu Nakmuay Team.
Terkait adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan PB MI dan menggelar kegiatan tanpa hak pada akhir April di Jakarta, Pengprov MI Sumbar mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang serius. Badan Yudisial PB MI (Komite Disiplin, Komite Banding, dan Komite Etik) telah mengumpulkan bukti untuk mengarahkan proses hukum pidana atas dugaan, Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat/Undangan kegiatan yang menggunakan atribut PB MI tanpa hak. Pasal 228 KUHP tentang Penggunaan Tanda Kebesaran/Atribut Tanpa Hak.
“Terkait adanya kelompok yang mengaku dengan mengatasnamakan PB MI, Pengprov, Pengkot serta Pengkabnya juga jelas tidak sah sebab sudah dibekukan. Kami mengimbau kepada seluruh atlet, wasit, juri, pelatih, dan manajer tim untuk tidak terhasut oleh ajakan sekelompok orang yang mengatasnamakan PB MI tanpa legalitas KONI Pusat dan pengakuan IFMA. Mengikuti jalur tidak resmi hanya akan merugikan karier pribadi dan berisiko terkena sanksi tegas dari Badan Yudisial,” tegas Arif.
Saat ini, Pengprov Muaythai Sumbar bersama Pengkot dan Pengkab se-Sumbar fokus penuh menjalankan roda organisasi dan mempersiapkan para atlet menghadapi agenda besar nasional, seperti Kejurnas 2026, PON Beladiri 2026, International Muaythai Championship di Malaysia, hingga persiapan SEA Games 2027. (*)



Tinggalkan Balasan